Banda Aceh – detikperistiwa.co.id
Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) menyampaikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Kami mendengar kekhawatiran yang tumbuh di kalangan rakyat, bahwa program ini dengan serapan anggaran yang sangat besar, dikhawatirkan belum memberikan manfaat yang terasa nyata bagi masyarakat luas,Kamis (22/10/2026).
Kami memperingatkan: Jangan sampai program yang seharusnya menyejahterakan rakyat justru terasa seperti beban, sebagaimana penderitaan rakyat di masa penjajahan Jepang yang menyedot sumber daya bangsa ini tanpa memberikan kesejahteraan yang layak.
Anggaran negara adalah uang rakyat. Setiap rupiah yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, tepat sasaran, dan menghasilkan dampak yang nyata — terutama bagi anak-anak kita yang membutuhkan pemenuhan gizi. Jika serapan anggaran sudah besar namun rakyat tidak melihat perbaikan yang jelas, maka sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk membuka diri, mendengarkan kritik, dan melakukan perbaikan segera.
PBA mendesak:
Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan dan penyerapan anggaran program ini
Publikasikan laporan yang transparan agar rakyat tahu ke mana uang mereka pergi dan apa hasilnya
Pastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan tanpa pungutan biaya apapun
Dengarkan masukan masyarakat, bukan mengabaikannya
Kita semua menginginkan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Namun niat yang mulia harus diiringi tata kelola yang bersih, jujur, dan akuntabel. Jangan biarkan program yang seharusnya menjadi berkah, justru menjadi beban yang dikeluhkan rakyat.
KETUA UMUM LEMBAGA PEUMULIA BANGSA ATJEH
Subki Mohammad Bintang













