
Kisah Cinta Terlarang Rasa KDRT: Bandar Kapal Ikan Bunuh Selingkuhan, Ditangkap Saat Kaki Terkilir Gaya Action Film!
Pemalang – Perumahan Kota Bale Agung (KBA) di Pemalang tadinya adalah surga bagi para tetangga yang gemar bergosip santai, tapi tiba-tiba berubah menjadi lokasi syuting film thriller percintaan. Pemeran utamanya adalah SR (31), seorang pria yang konon bekerja di kapal pencari ikan, dan korbannya, K (37), tetangga sebelah yang suaminya sedang bertualang mencari rezeki di luar negeri.
Inilah kisah affair dua tahun yang berakhir tragis dan ko- mis.
Bandit Kapal Ikan Jadi Buronan Berkah Kaki Pincang
Senin malam (24/11), sekitar pukul 21.00 WIB, drama penangkapan pun dimulai. Tim Reskrim Polres Pemalang, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Johan Widodo, berhasil membekuk SR di kawasan Sewaka.
“Iya benar, atas doa semuanya, kita telah berhasil mengamankan. Tadi sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Johan, yang pasti merasa lega.
Lucunya, SR tidak ditangkap setelah kejar-kejaran mobil ala Hollywood. Ia ditemukan di sebuah gubuk dekat sungai, hanya “menyeberang sungai sudah beda desa”, kata polisi. Penyebabnya? Kakinya terkilir parah!
Ternyata, saat melarikan diri pada Minggu malam, SR mengambil jalan pintas bak stuntman amatir. Ia terjun dari atap rumah setinggi 3 meter.
“Kakinya terkilir saat terjun dari atap rumah setinggi 3 meter, saat akan melarikan diri,” jelas Kasatreskrim.
Alhasil, sang bandar kapal ikan yang berpostur tinggi tegap itu kini harus menjalani press conference pada Selasa (25/11/2025) dengan gaya yang sangat tidak elit: duduk manis di kursi roda dengan kaki kanan bengkak! Ia bahkan harus dibantu petugas hanya untuk menaiki tangga. Sungguh, rencana pelarian yang sempurna hanya berakhir dengan ‘keseleo’ yang memalukan.
Selingkuhan Level Up Jadi “Istri Virtual”
Dalam jumpa pers yang ‘diselingi’ penampakan kaki bengkak SR, terkuaklah motif pembunuhan yang bikin geleng-geleng. SR dan K rupanya telah menjalin hubungan terlarang selama kurang lebih dua tahun.
“Korban sudah bersuami, suami kerja di luar negeri. Makanya antara korban dengan pelaku menjalani hubungan asmara atau pacaran,” terang AKP Johan Widodo.
Namun, cinta monyet ini tiba-tiba naik level menjadi kisah terror finansial. K, sang selingkuhan, mulai bertindak layaknya istri sah pro.
“Korban sering minta uang, seperti uang jatah kayak minta pada suami sendiri,” ungkap Johan.
Puncaknya, K mulai meneror istri sah SR, meminta uang bulanan, dan yang paling fantastis, meminta SR menceraikan istrinya! Semua ini terjadi saat istri SR sedang genting-gentingnya akan melahirkan!
“Terakhir dari pengakuan pelaku, korban meminta uang Rp 1 juta, di saat pelaku masih mengurusi istrinya melahirkan,” tambah Johan.
SR, yang merasa ‘dikuasai secara sah’ oleh sang selingkuhan, akhirnya mencapai titik didih emosi. Setelah merencanakan aksinya, pada Sabtu siang (22/11) pukul 14.00 WIB, SR mengakhiri hubungan toxic ini dengan cara yang sangat tragis di rumah K.
Kini, SR yang berpostur tegap dan ‘berbakat terjun bebas’ itu terancam hukuman penjara seumur hidup dengan jeratan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

SR memang berhasil keluar dari atap, tetapi gagal lari dari dosa.
Disclaimer: Fakta inti (Pelaku SR, Korban K, Lokasi KBA Pemalang, Motif Asmara Terlarang, Penangkapan di Sewaka, Kaki Terkilir saat melarikan diri, dan Ancaman Pasal 340 KUHP) benar adanya. Berita ini disertai dengan narasi cerita dan hiperbola.
Sumber Rilis: detik.com
HUMAS POLRES PEMALANG
Publikasi: Https//detikperistiwa.co.id
Oleh: Mujihartono




