Hari Keempat Bencana Taput: Bantuan Mabes Polri Tiba, Polri Kerahkan 680 Personel Percepat Pencarian Korban

TAPUT, detikperistiwa.co.id – Memasuki hari keempat pascalongsor dan banjir besar di Kabupaten Tapanuli Utara, upaya pencarian korban dan penyaluran bantuan masih menghadapi kendala besar akibat akses yang rusak parah serta cuaca yang tidak menentu.

Meski demikian, dukungan logistik dan personel terus mengalir untuk mempercepat penanganan darurat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengirimkan 3,5 ton bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Bantuan ini Menjadi penguatan signifikan dalam operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Taput.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, menyampaikan bahwa seluruh bantuan dari Kapolri telah tiba dan kini mulai disalurkan melalui posko utama kabupaten.

“Bantuan dari Bapak Kapolri berupa roti, mie instan, kasur, pelampung, obat-obatan, hingga tenda. Semua adalah barang cepat guna yang sangat dibutuhkan masyarakat di pengungsian,” ujar Kapolres kepada awak media.

Sebanyak 680 Personel gabungan Polri diterjunkan di titik-titik strategis guna mempercepat penanganan bencana, yang terdiri atas:

– 380 personel Polres Taput
– 300 personel tambahan Sabhara Polda Sumut dan Brimob

“Personel ditempatkan di titik strategis untuk membuka akses, melakukan pencarian korban, serta mengawal distribusi logistik agar seluruh bantuan tepat sasaran,” jelas AKBP Ernis Sitinjak.

Selain dari Mabes Polri, bantuan logistik dan dukungan personel juga datang dari Polres Simalungun, Polres Siantar, Polres Toba, dan Polda Sumut.

Hingga hari ini, kondisi lapangan masih sangat berat. Akses menuju beberapa desa terdampak masih terputus, termasuk jalur menuju Sibalanga yang belum dapat ditembus. Jalur baru dapat dibuka hingga Desa Menjelang Parsikaman.

“Akses sangat sulit dan tanah masih labil. Kami juga menunggu konfirmasi laporan adanya korban baru di Pagaran Lambung karena komunikasi di sana masih putus total,” ujar Kapolres.

Hujan yang masih turun membuat alat berat bekerja ekstra hati-hati guna menghindari longsor susulan.

Update Data Korban

Berdasarkan laporan terbaru Polres Taput:

Total meninggal dunia: 16 orang
Total hilang: 35 orang
Rincian per wilayah:

– Adiankoting: 12 meninggal, 27 hilang

– Parmonangan: 4 meninggal, 8 hilang

Beberapa wilayah masih belum dapat didata secara lengkap karena terisolasi.

Polri memastikan bahwa seluruh tim bekerja 24 jam penuh untuk membuka akses, mengevakuasi korban, dan menyalurkan bantuan ke masyarakat.

“Kami fokus membuka jalur yang tertutup, mengevakuasi korban, dan memastikan seluruh logistik sampai ke masyarakat. Setiap perkembangan situasi akan terus kami update,” tegas AKBP Ernis Sitinjak.

Ia juga menyampaikan penghargaan atas dukungan berbagai unsur seperti TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan yang terus memperkuat operasi kemanusiaan.

Pesan Kapolres Taput: Tetap Waspada, Doakan Cuaca Membantu

“Kami tidak akan berhenti sebelum seluruh warga terdampak tertangani. Semangat personel di lapangan sangat tinggi dan koordinasi berjalan baik. Kami mohon doa masyarakat agar cuaca bersahabat sehingga proses pencarian dapat lebih cepat,” pungkas Kapolres.

(DP/L.Tamp)