140 Anak Ditangani Medis, Sebagian Korban MBG Mulai Membaik dan Diizinkan Pulang

Bireuen – detikperistiwa.co.id

(27 Februari 2026) Sebanyak 140 anak dari Kecamatan Simpang Mamplam dan Kecamatan Pandrah dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh korban kini telah mendapatkan penanganan medis intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan sebagian di antaranya mulai menunjukkan kondisi membaik.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebaran pasien yang dirawat tersebar di berbagai rumah sakit dan puskesmas, yakni:

Fasilitas Rumah Sakit:

RSUD dr. Fauziah: 11 orang

RS BMC: 8 orang

RS Jeumpa Hospital: 4 orang

RSU Pidie Jaya: 1 orang

Fasilitas Puskesmas:

Puskesmas Simpang Mamplam: 56 orang

Puskesmas Pandrah: 24 orang

Puskesmas Samalanga: 23 orang

Puskesmas Jeunieb: 13 orang

Petugas kesehatan dari berbagai wilayah barat Kabupaten Bireuen bersama tim PSC 119 dilaporkan siaga penuh sejak kejadian. Armada ambulans bergerak cepat secara bergantian untuk mengevakuasi korban dari puskesmas menuju rumah sakit rujukan, terutama ke RSUD dr. Fauziah dan sejumlah rumah sakit swasta lainnya, guna memastikan penanganan medis optimal.

Kondisi terkini menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah anak yang sebelumnya mengalami gejala akut seperti mual, muntah, dan pusing kini telah dinyatakan stabil oleh tim dokter. Bahkan, beberapa pasien sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di rumah masing-masing dengan pengawasan orang tua.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan korban yang masih dirawat. Upaya pendataan serta evaluasi terhadap distribusi dan kualitas makanan juga dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.

(Erna)