Lampung Barat – detikperistiwa.co.id
Pemerintah Pekon Mekar Sari, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat tetapkan dan laksanakan Rembuk Stunting dan penanganan stunting sebagai prioritas di Kantor Balai Pekon Mekar Sari, Senin (22/01/2024).
Rembuk Stanting dan Percepatan Penurunan Stunting diselenggarakan oleh Pemerintah Pekon Mekar Sari untuk mengevaluasi pelaksanaan dan kemajuan percepatan penurunan stunting.
Selain itu, tujuan dari rembuk stunting ini, juga untuk menguatkan kolaborasi multi pihak mencapai target penurunan stunting di tahun 2024 yang ada di Pekon Mekar Sari
Hadir dalam acara tersebut, Camat Pagar Dewa, Mat Patoni, S.Sos beserta jajaran, Kepala Puskesmas, Desmalia, S.St, Pj. Peratin Mekar Sari, Jamil, Bidan Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Sekolah MI dan MTS Mekar Sari, Kepala Penyuluh Pertanian, Taswin, Ketua LHP, seluruh Aparatur Pekon, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tamu undangan.
Dalam sambutannya, Pj. Peratin Mekar Sari, Jamil, menyampaikan, sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Lanjutnya, upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Pekon Mekar Sari dengan mewujudkan kovergensi pemerintah daerah, hingga tingkat desa, sampai stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat di Mekar Sari.
Selain penanganan stanting. Jamil juga menyampaikan, bahwa di dalam Musrenbangdes ini digelar dalam ragka membuat rancagan Kerja Pemerintah Desa (RKP) Pekon Mekar Sari untuk Tahun 2024. Dan Pemerintah Pekon sangat mendukung adanya usulan dari masyarakat untuk sama-sama membangun dan megawasi pembagunan yang ada di Pekon Mekar Sari.
Tambah Jamil, Musrenbangdes sebagai suatu proses dalam perencanaan pembagunan yang sangat penting. Tidak hanya itu, Musrenbangdes juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam merumuskan program dan proyek yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Disamping itu, juga untuk menggali potensi dan aspiraai masyarakat yang sering sekali tidak terdegar.
Sekretaris Kecamatan Pagar Dewa, Yoga Sugama, mengungkapkan, usulan DURKP Tahun 2025 yang ada di Pekon Mekar Sari, harus sesuai degan panduan teknis SIPD, tinggal melaksanakan prosedur Januari 2024 degan melengkapi dokumen yang diperlukan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Pagar Dewa, Desmalia, S.St, menambahkan, kegiatan hari ini bukanlah agenda baru, akan tetapi setiap tahunnya diadakan musyawarah lewat Musrenbangdes. Jadi, apa-apa yang belum terealisasi pada tahun sebelumnya, diajukan kembali ke anggaran tahun berikutnya. Dan untuk penanganan stanting bukan dilakukan di Puskesmas saja, tingkat pekon pun harus ikut serta dalam penanganan stanting.
“Kita semua sama-sama berupaya optimalisasi, salah satunya dengan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan yaitu. Nasi, Sop Ceker, Wortel, Buncis, Hati, Ayam Goreng, Tahu Bacem, Snack Puding, Pepaya dan Susu Kotak,” ujar Desmalia.
Katanya, salah satu penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk anak stunting yaitu memberikan pola menu makan siang dengan gizi seimbang.
“Semua yang diberikan tidaklah sulit, semua berbahan pangan lokal dan jangan lupa, untuk konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri masih rendah. Perlunya edukasi tentang pentingnya imunisasi dan ASI eksklusif yang belum adekuat,” tutupnya.
(Samsul)


