Aceh Tengah – dwtikperistiwa.co.id
Kopral Dua (Kopda) Pasdi Pitra, Babinsa Koramil 05/Linge, melakukan komunikasi sosial (komsos) dengan seorang pekebun kopi bernama Kurnia Aman Asri di Desa Kute Robel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Sabtu (29/6). Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan larangan membakar lahan kebun kepada warga.
Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar. Dalam pertemuan tersebut, Kopda Pasdi menegaskan bahwa praktik membakar lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat dikenai sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Pembakaran lahan sangat berbahaya bagi ekosistem dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, terutama saat musim kemarau,” ujar Kopda Pasdi saat berdialog dengan pekebun.
Ia juga mengimbau para petani untuk lebih bijak dalam mengelola kebun dan memanfaatkan metode ramah lingkungan dalam membuka lahan baru, seperti pembersihan manual atau pemanfaatan alat pertanian modern. Hal ini dinilai lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar program pencegahan karhutla dapat berjalan efektif. Oleh karena itu, peran Babinsa tidak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai penyambung informasi antara pemerintah dan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Kurnia Aman Asri menyambut baik arahan yang diberikan. Ia menyatakan siap mengikuti anjuran tersebut dan mengajak pekebun lain di desanya untuk tidak menggunakan api dalam pengelolaan lahan.
Komunikasi sosial ini merupakan bagian dari program rutin Babinsa dalam menjalin kedekatan dengan warga binaan sekaligus memberikan edukasi tentang isu-isu penting, seperti pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, dan keamanan wilayah.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin meningkat dan potensi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Linge dapat diminimalisir.


