Sayang Dana Desa Dugaan Disunatkan Oleh Mantan Orang Nomor Satu Gampoeng Tersebut. 

Lhok Sukon – detikperistiwa.co.id

Gampong sebagai entitas paling mikro pemerintahan memiliki peranan yang signifikan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Maka, dana desa hadir sebagai buah pikir keberpihakan negara terhadap warga pedesaan dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan, namun sayang seribu sayang merebak isu dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2020 yang terjadi di Gampong Seuneubok Aceh, pada proyek pembangunan Pompa Air yang diduga mangkrak sudah empat tahun.

Mantan keuchik (Kepala Desa) Gampong Seuneubok Aceh, Kec. Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, (MA), diduga telah Selewengkan dana pembangunan pompanisasi air tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun pewarta, Anggaran pembangunan tersebut berasal dari Dana Desa tahun 2020, yang mencapai Rp. 294.106.000. ( Dua Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Seratus Enam Ribu Rupiah).

Pantauan media ini hal (dugaan Korupsi), Rabu (24/01), tampak pembangunan pompanisasi air tersebut baru mencapai 60 persen.

Saat bertemu Masyarakat di Gampong Seuneubok Aceh saat diwawancarai pewarta di lapangan, Warga menegaskan, “Iya begitu bang tidak siap, itu sudah dari 2023 tidak dikerjakan dibiarkan begitu saja, sampai sekarang sudah masuk 2024, padahal itu anggaran DD 2020, baru siap sekitar 60 persen lah lebih kurang,” tegasnya pada pewarta.

Warga Seuneubok Aceh berharap, aparat penegak hukum segera memproses masalah hal tersebut, dikarenakan kata warga, pompanisasi air tersebut sanggat dibutuhkan untuk mengalirkan air ke sawah, karena tidak ada irigasi diwilayah tersebut.

Sementara itu Ketua Tuha Peut Gampong Seuneubok Aceh, Irwanda, saat dikonfirmasi awak media mengatakan,” Sudah kita kirimkan surat peringatan kepada MA (Eks Geuchik) terkait dengan masalah tersebut, kalau soal pembangunan lebih kurang sekitar 60 persen baru siap, saya bang baru menjabat Tuha Peut setelah MA habis masa jabatannya,” ujar Irwanda, pada hari Kamis (26/01/24).

Sementara itu Sopian, Geuchik Seuneubok Aceh yang sedang menjabat sekarang saat dikonfirmasi awak media via pesan WhatsApp pribadinya menjawab dengan singkat, Iya, Tuha Peut sudah pernah mengirim surat peringatan kepada (MA) Geuchik sebelumnya terkait hal tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, MA, mantan Geuchik Gampong Seuneubok Aceh belum dapat tersambung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?