Wanita yang Jadi Pemicu Pembunuhan di Wonotunggal Ternyata Masih Bersuami, Polisi Lakukan Pemeriksaan
BATANG, jateng Https//detikperistiwa.co.id – Polisi memeriksa seorang wanita berinisial L (24), warga Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, terkait kasus pembunuhan terhadap Ahmad Mughni Sodik (24), pemuda asal Pekalongan yang jasadnya ditemukan di dalam sumur kawasan Pasar Wonotunggal.
Wanita ini diduga menjadi pemicu terjadinya pembunuhan, yang dilatarbelakangi rasa cemburu antara salah satu pelaku, Amat Tasuri alias Casmo (24), dan korban. Fakta lain yang terungkap, L ternyata masih berstatus sebagai istri orang.
Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batang. Pemeriksaan terhadap L dilakukan pada Senin (11/8/2025) siang.
“Kami tengah meminta keterangan dari L agar kasus ini bisa terang benderang,” ujar Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, Senin.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, L merasa risih karena menerima pesan pribadi bernada godaan dari korban melalui Facebook. Pesan tersebut kemudian ia sampaikan kepada selingkuhannya, Amat Tasuri, yang merupakan salah satu tersangka utama kasus ini.
L bahkan memberikan kata sandi akun media sosialnya kepada Amat Tasuri. Akun tersebut kemudian digunakan pelaku untuk memancing korban bertemu secara langsung.
Pertemuan disepakati terjadi pada Kamis (17/7/2025) malam di sekitar SMPN 1 Wonotunggal. Menurut penyidik, Amat Tasuri sudah menyiapkan senjata tajam jenis celurit.
Korban datang seorang diri ke lokasi. Amat Tasuri lantas menantangnya berduel. Perkelahian pun terjadi, hingga korban terpojok dan mengalami kelelahan.
Dua pelaku lainnya, Sugiono (29) dan Yogi Irawan (19), berada di sekitar lokasi untuk mengawasi dan membantu. Dalam duel itu, korban dipukul, ditendang, dan dicekik. Setelah korban jatuh lemas, Amat Tasuri membenturkan kepalanya ke tembok.
Korban yang saat itu masih hidup kemudian dibawa ke sumur yang berada di dekat lokasi kejadian. Yogi membantu memasukkan korban ke dalam sumur, sementara Sugiono memantau situasi sekitar.
“Korban saat dimasukkan ke sumur masih bernapas, tetapi dalam kondisi sangat lemah,” kata Imam.
Penuli : Mujihartono- Agung >>>
Oleh: Https//detikperistiwa.co.id