Bireuen – detikperistiwa.co.id
Dosen Universitas Almuslim melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pengendalian penyakit ternak dan pembuatan pakan alternatif berbahan baku lokal. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan pekerja BUMDes Aman Sentosa di Desa Darul Aman, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Pelatihan yang berlangsung sejak bulan September hingga Oktober 2025 ini bertujuan meningkatkan kemampuan peternak dalam mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan penyakit ternak, terutama yang disebabkan oleh parasit internal nematoda gastrointestinal (NGI). Selain itu, program ini juga memperkuat kapasitas pengurus BUMDes dalam manajemen usaha dan pemasaran ternak melalui pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan hibah Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dalam program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun anggaran 2025.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan praktik lapangan. Penyuluhan mengenai manajemen pemeliharaan ternak dilakukan langsung di kandang mitra dan diikuti oleh 17 peserta. Materi disampaikan oleh Dr. drh. Zulfikar, M.Si yang memiliki keahlian di bidang penyakit ternak; Dr. Abdul Malik, M.Si yang melatih pembuatan pakan alternatif berbahan baku lokal; serta Al Mahfud Saputra, MM yang memberikan pelatihan manajemen usaha. Sejumlah mahasiswa Universitas Almuslim juga turut terlibat aktif membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.
Program pengabdian ini membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat memberikan dampak nyata. Pelatihan pengendalian penyakit ternak dan pembuatan pakan alternatif berbahan lokal tidak hanya menurunkan risiko kematian ternak, tetapi juga meningkatkan kualitas pakan dan efisiensi produksi. Langkah ini menjadi contoh pengembangan peternakan berbasis ilmu pengetahuan dan praktik aplikatif yang dapat diadopsi oleh BUMDes serta peternak di seluruh Aceh.
Tim dosen Universitas Almuslim memastikan kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan saja. Pendampingan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan para peternak mampu menerapkan ilmu yang diperoleh. Evaluasi juga akan dilakukan satu bulan setelah pelatihan guna menilai efektivitas penerapan pengendalian penyakit dan pembuatan pakan alternatif. Dengan demikian, diharapkan angka kematian sapi dapat ditekan, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan peternak semakin baik. Pengenalan pakan fermentasi berbahan lokal diharapkan menjadi model bagi BUMDes lain di Aceh dan wilayah sekitarnya.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Almuslim yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Almuslim, Dr. drh. Zulfikar, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana salah satu tugas dosen adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi dan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa, aparatur desa, serta Direktur BUMDes Aman Sentosa yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ucapan apresiasi juga disampaikan kepada DPPM Kemdiktisaintek yang telah mendanai kegiatan ini melalui program hibah pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2025.
Detik Peristiwa


