Bireuen | detikperistiwa.co.id
Peringatan Haul ke-1 dan Maulidurrasul SAW di Ma’had Baitunnur Bireuen berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan yang digelar Yayasan Pendidikan Islam Ma’had Baitunnur di Gampong Cot Kuta, Kecamatan Kuala, ini menjadi momentum memperkuat nilai keislaman sekaligus merayakan keberhasilan santri dalam berbagai perlombaan bernuansa religius.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan shalawat dan doa bersama, dilanjutkan santunan anak yatim. Suasana penuh kekhidmatan semakin lengkap dengan penyerahan penghargaan kepada santri yang telah berkompetisi dalam lomba-lomba seperti pidato, hafalan ayat pendek, iktikad 50, serta azan yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Ketua Yayasan Ma’had Baitunnur Bireuen, Teungku Kahar Muzakkar, SH, MH, menyampaikan bahwa momen haul dan maulid bukan sekadar agenda rutin, tetapi pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan perlunya pendidikan Islam yang berbasis akhlak dan nilai pengabdian.
Menurutnya, kegiatan tahunan ini memperkuat komitmen dayah dalam mencetak generasi berkarakter sekaligus menjaga tradisi keilmuan Aceh.
Peringatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi. Ia menilai dayah seperti Ma’had Baitunnur memiliki peran penting dalam menjaga akhlak generasi Aceh di tengah tantangan zaman.
Arizal Mahdi menyampaikan bahwa pihaknya sangat menghargai dedikasi para guru dan tenaga pendidik yang terus menjaga cahaya pendidikan Islam tetap hidup di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa dukungan terhadap lembaga pendidikan agama merupakan investasi moral terbaik bagi masa depan daerah.
Pada rangkaian perlombaan, para santri menunjukkan kompetensi dan semangat belajar yang tinggi. Di bidang hafalan ayat pendek, iktikad 50, azan, dan pidato, para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka. Deretan nama pemenang diumumkan secara terbuka sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh santri yang telah berjuang dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
Panitia pelaksana, Tgk Mahmudi, S.Pd, menjelaskan bahwa perlombaan diselenggarakan dengan prinsip keadilan dan sportivitas. Ia menekankan bahwa seluruh peserta, baik yang meraih juara maupun tidak, telah menunjukkan keberanian dan semangat belajar yang menjadi esensi utama pendidikan.
Acara ditutup dengan doa, diikuti makan bersama yang melibatkan pimpinan dayah, wali murid, para santri, serta masyarakat sekitar. Suasana hangat penuh persaudaraan mencerminkan karakter masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan penghormatan kepada ilmu.
Peringatan Haul ke-1 dan Maulidurrasul SAW tahun ini menegaskan posisi Ma’had Baitunnur Bireuen sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang, dengan dukungan masyarakat, tokoh dayah, dan para relawan kemanusiaan yang menaruh harapan besar pada masa depan generasi muda Aceh.
(Arizal M)


