Bireuen | detikperistiwa.co.id
Harga ikan dan ayam di Pasar Induk Cureh, Kabupaten Bireuen, melonjak drastis pasca banjir bandang yang melanda sejumlah kawasan. Kenaikan ini membuat warga, terutama ibu rumah tangga, mengeluh dan mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dapur.
Harga Bandeng Tembus Rp 55 Ribu
Dari hasil pantauan awak media detikperistiwaco.id, pagi ini, harga ikan bandeng yang biasanya dijual Rp 35.000/kg kini melonjak menjadi Rp 55.000/kg. Sementara ayam potong juga naik menjadi Rp 50.000/kg.
“Saya biasa beli bandeng 35 ribu, sekarang sudah 55 ribu. Kami masyarakat kecil makin susah,” ujar Nurhayati (39), warga Pulo ara yang belanja pagi tadi.
Pedagang: Diborong MBG, BBM Langka
Seorang pedagang ikan, yang enggan disebut namanya, menyebut lonjakan ini terjadi karena pasokan ikan diborong oleh pihak tertentu, serta dampak kelangkaan BBM beberapa hari lalu.
“Ikan sudah banyak dibeli MBG, stok jadi berkurang di pasar. Selain itu, BBM sempat susah pasca banjir, nelayan tidak bisa turun, distribusi juga mahal,” jelasnya.
Teri Basah dan Jenis Lain Lebih Banyak dari Biasanya
Meski harga naik, pantauan tim awak media detikperistiwa.co.id menunjukkan bahwa pasokan ikan di pasar tidak langka. Beberapa jenis seperti teri basah (bileh) dan ikan lokal lainnya justru terlihat lebih banyak dari biasanya, meskipun belum bisa dikategorikan melimpah.
Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pembeli. “Kalau stok lebih banyak dari biasanya, kenapa harga tetap naik drastis? Kami bingung,” ujar Fatimah (42), salah satu pengunjung pasar
Sayuran tertentu masih langka
Untuk komoditas lain seperti cabai, bawang, harga relatif stabil. sayur juga langka dipasar . Pedagang menyebut, pasokan sayuran berasal dari daerah pegunungan yang juga terdampak banjir, sehingga distribusinya terganggu.
Masyarakat berharap Pemerintah turun tangan
Lonjakan harga ini menjadi beban tambahan bagi warga yang baru saja menghadapi dampak bencana. Warga berharap adanya pengawasan dari pemerintah dan penertiban distribusi bahan pangan agar tidak terjadi penimbunan atau spekulasi harga.
(Erna)


