
Sidoarjo,16, Desember 2025
Program normalisasi Sungai Harapan di Desa Kalitengah terhambat akibat masih banyaknya rumah warga yang berdiri di bantaran sungai. Kondisi tersebut menyulitkan proses pelebaran dan pengerukan sungai yang direncanakan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko banjir.
Samijan ( operator excavator) Proyek dari CV.DUTA KARTIKA mengelukan tentang pengerukan normalisasi di sungai ini dikarenakan banyak kendala, yang harus di lalui tanah galian gak bisa di buang ke kanan-kiri, karna padatnya rumah yang Sudah terbangun di bantaran bibir sungai setempat, Sedangkan normalisasi ini Tahun ini harus bener bener selesai.
Salah satu Warga yang tidak mau disebutkan mengatakan bahwa lebar sungai saat ini tidak memenuhi standar karena terhalang bangunan permanen milik warga. “Seharusnya sungai memiliki lebar minimal 4 meter, namun di beberapa titik menyempit hingga hanya 2 meter,” ujarnya, Selasa (12/16).
Menurutnya, keberadaan rumah di bantaran sungai juga menyebabkan aliran air tidak lancar dan mempercepat pendangkalan akibat sampah dan sedimentasi. Hal ini membuat wilayah sekitar sungai kerap mengalami banjir saat hujan deras.
Di sisi lain, sejumlah warga menolak rencana pembongkaran rumah karena belum adanya kejelasan terkait relokasi. Salah satu warga, wahab(67), mengaku khawatir kehilangan tempat tinggal. “Kami bukan tidak mendukung normalisasi, tapi kami juga butuh kepastian tempat tinggal pengganti,” katanya.
Perlu untuk Pendekatan Pemerintah daerah, untuk warga Sekitar terutama rumah yang menempel di bantaran sungai agar Sadar akan bahanya banjir apabila sungai ini tidak di normalisasi.
.Normalisasi Sungai Terhambat Permukiman Warga di Bantaran Sungai di Desa Kalitengah.
Sidoarjo,16, Desember 2025
Program normalisasi Sungai Harapan di Desa Kalitengah terhambat akibat masih banyaknya rumah warga yang berdiri di bantaran sungai. Kondisi tersebut menyulitkan proses pelebaran dan pengerukan sungai yang direncanakan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko banjir.
Samijan ( operator excavator) Proyek dari CV.DUTA KARTIKA mengelukan tentang pengerukan normalisasi di sungai ini dikarenakan banyak kendala, yang harus di lalui tanah galian gak bisa di buang ke kanan-kiri, karna padatnya rumah yang Sudah terbangun di bantaran bibir sungai setempat, Sedangkan normalisasi ini Tahun ini harus bener bener selesai.
Salah satu Warga yang tidak mau disebutkan mengatakan bahwa lebar sungai saat ini tidak memenuhi standar karena terhalang bangunan permanen milik warga. “Seharusnya sungai memiliki lebar minimal 4 meter, namun di beberapa titik menyempit hingga hanya 2 meter,” ujarnya, Selasa (12/16).
Menurutnya, keberadaan rumah di bantaran sungai juga menyebabkan aliran air tidak lancar dan mempercepat pendangkalan akibat sampah dan sedimentasi. Hal ini membuat wilayah sekitar sungai kerap mengalami banjir saat hujan deras.
Di sisi lain, sejumlah warga menolak rencana pembongkaran rumah karena belum adanya kejelasan terkait relokasi. Salah satu warga, wahab(67), mengaku khawatir kehilangan tempat tinggal. “Kami bukan tidak mendukung normalisasi, tapi kami juga butuh kepastian tempat tinggal pengganti,” katanya.
Perlu untuk Pendekatan Pemerintah daerah, untuk warga Sekitar terutama rumah yang menempel di bantaran sungai agar Sadar akan bahanya banjir apabila sungai ini tidak di normalisasi.(LUQMAN).


