Tangerang ll detikperistiwa.co.id ll Beredar kabar miring terkait dugaan pelecehan terhadap seorang korban penyalahgunaan narkoba berinisial Amoy yang disebut-sebut melibatkan Ketua Yayasan Galigo Institute. Informasi tersebut kini dipastikan tidak benar dan merupakan miskomunikasi yang berkembang menjadi hoaks.
Ketua Yayasan Galigo Institute secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa tidak pernah terjadi tindakan pelecehan sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
“Kami menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak pernah terjadi. Galigo Institute selalu menjalankan pendampingan korban penyalahgunaan narkoba dengan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta perlindungan hak asasi manusia,” ujar Ketua Yayasan Galigo Institute dalam keterangan resminya kepada awak media di kantornya, Sabtu (10/1).
Dia juga menyayangkan penyebaran informasi yang tidak diverifikasi, karena dapat mencemarkan nama baik individu maupun lembaga, serta berpotensi merugikan proses pemulihan para korban yang sedang didampingi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Yayasan Galigo Institute tetap berkomitmen melanjutkan program rehabilitasi dan pendampingan sosial secara transparan dan bertanggung jawab,” tandasnya.
(red)


