Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menggelar prosesi kelulusan bagi peserta Sekolah Lansia Sehat Ceria sebagai bagian dari upaya membangun kualitas hidup warga lanjut usia. Sebanyak 54 lansia asal Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, dinyatakan lulus pendidikan Standar 2 dalam acara yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin (12/1/2025).
Program Sekolah Lansia ini dirancang sebagai sarana pembelajaran berjenjang bagi warga usia lanjut agar tetap sehat, mandiri, dan mampu menjalani masa tua secara bermakna. Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, program ini juga menekankan aspek mental, spiritual, serta keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala DP3AKB Lombok Timur, dr. Hasbi Santoso, menyampaikan bahwa para peserta yang diwisuda telah melewati proses pembelajaran tahap awal pada tahun sebelumnya. Setelah memperoleh bekal dasar terkait kesehatan dan pola hidup seimbang, para lansia melanjutkan pendidikan ke tahap lanjutan yang lebih aplikatif.
“Di Standar 2, pembelajaran diarahkan pada penguatan keterampilan. Materinya disesuaikan dengan kondisi peserta, sehingga mereka tetap aktif dan merasa mampu menjalani aktivitas secara mandiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dari total peserta yang diwisuda, sebagian besar merupakan lansia perempuan. Ke depan, Sekolah Lansia direncanakan berlanjut ke Standar 3, yang akan difokuskan pada pengembangan keterampilan agar memiliki nilai tambah. Namun, tahapan tersebut masih dalam tahap perencanaan.
Acara wisuda tersebut dibuka oleh Asisten III Setda Lombok Timur, Husnul Basri. Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan ini sebagai bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Menurutnya, lansia yang sehat dan aktif merupakan aset berharga bagi keluarga maupun lingkungan sosial.
“Wisuda ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi simbol keberhasilan proses pembelajaran. Lansia yang terus bergerak dan belajar akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program Sekolah Lansia sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keberadaan lansia yang mandiri dan produktif diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur.
Sementara itu, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, menilai program Sekolah Lansia sebagai langkah strategis menghadapi peningkatan jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar lansia tetap berdaya dan tidak terpinggirkan.
“Jumlah lansia terus bertambah. Jika tidak diantisipasi dengan program yang tepat, ini bisa menjadi tantangan sosial. Sekolah Lansia hadir sebagai solusi agar usia lanjut tetap sehat, mandiri, dan produktif,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Lombok Timur berharap Sekolah Lansia dapat terus dikembangkan dan diperluas ke wilayah lain, sehingga semakin banyak lansia yang dapat menikmati masa tua dengan lebih berkualitas dan bermartabat.(win)


