Tanggerang – detikperistiwa.co.id
Rumah Produksi DHF Entertainmet bersiap meluncurkan film horor terbaru berjudul “Kuyank” di seluruh bioskop indonesia. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh produser sekaligus sutradara Film Kuyank .
Kisah ini merupakan sebuah prequel yang mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum gerbang kota gaib dalam Film Saranjana terbuka. Film tersebut mengangkat mitos orisinal dari tanah Kalimantan mengenai manusia yang menempuh jalan ilmu hitam.
”Film Kuyank ini tayang 29 Januari dan merupakan bagian dari universe film Saranjana yang dulu sempat viral tembus 1,2 juta penonton,” ujar Johansyah.
Konflik utama berpusat pada tokoh Rusmiati yang terhimpit tekanan adat dan keluarga karena tidak kunjung memiliki keturunan. Demi mempertahankan martabat dan cintanya, Rusmiati akhirnya memilih mempelajari ajian ilmu hitam kuno untuk mendapatkan kecantikan dan keabadian.
Uniknya, film ini mengambil penceritaan dari sudut pandang pelaku ilmunya, bukan dari sisi korban. Hal ini dimaksudkan untuk mengedukasi penonton mengenai sebab-akibat seseorang mengambil jalan ilmu hitam tersebut.
”Uniknya film Kuyank ini mengambil dari penceritaan si Kuyank atau POV-nya dari Kuyank, bukan dari korban,” ungkap Johansyah.
Kualitas visual film ini didukung oleh teknologi CGI (Computer Generated Imagery) dari studio pemenang Piala Citra untuk menciptakan atmosfer yang sangat mencekam. Sederet aktor ternama seperti Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, hingga aktor legendaris Barry Prima turut membintangi film horor ini.
Latar tempat pengambilan gambar dilakukan langsung di Kalimantan dengan penggunaan beberapa bahasa lokal untuk menjaga keaslian cerita. Film berdurasi 98 menit ini diharapkan dapat memberikan pengalaman horor folklore yang universal bagi penonton.
Johansyah Jumberan juga menitipkan pesan khusus dan ajakan bagi masyarakat di Purwokerto untuk tidak melewatkan penayangan perdana film ini di bioskop. Menurutnya, film ini sangat layak dinantikan karena jarang sekali ada film layar lebar yang berani mengangkat latar belakang budaya Kalimantan secara mendalam.
”Jadi buat teman-teman di Purwokerto, ini film Kuyank akan tayang 29 Januari 2026, jangan sampai terlewat karena ini film yang jarang banget berlatar tentang Kalimantan,” pesan Johansyah kepada warga Purwokerto.
Film Kuyank dijadwalkan tayang di layar lebar seluruh jaringan bioskop Indonesia pada akhir Januari mendatang. Penayangan ini menjadi babak baru dalam pengembangan semesta film Saranjana yang semakin memperkaya ragam horor lokal di industri sinema tanah air.
(Shen)


