Bireuen – detikperistiwa.co.id
Di tengah suasana pascabencana yang masih dirasakan oleh sebagian masyarakat Kabupaten Bireuen, Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas mengajak seluruh elemen untuk menahan diri dan menjadikan musibah sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan ruang untuk saling menyalahkan.
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menegaskan bahwa bencana adalah ujian bersama yang menuntut kebijaksanaan, kejujuran, serta kepedulian kolektif dari semua pihak, baik pemerintah, aparatur gampong, tokoh masyarakat, maupun masyarakat luas.
“Dalam kondisi bencana, yang paling dibutuhkan rakyat adalah ketenangan, kehadiran negara, dan kerja nyata. Bukan narasi yang memperkeruh suasana atau saling menyudutkan. Bencana adalah ujian persatuan, bukan ajang saling menyalahkan,” ujar Arizal.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan dan komunikasi di lapangan, upaya penanganan dan penyaluran bantuan terus berjalan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar setiap informasi yang disampaikan ke publik tetap mengedepankan akurasi, kehati-hatian, dan tanggung jawab moral.
Arizal juga mengajak para keuchik, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang memiliki pengaruh di ruang publik agar tetap berdiri di atas kepentingan rakyat, menjauhkan diri dari kepentingan sempit, serta menjaga marwah gampong sebagai tempat lahirnya nilai-nilai kejujuran dan kebersamaan.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan adab dan data. Jangan sampai musibah yang menimpa rakyat justru menjadi ladang fitnah yang merusak ukhuwah dan kepercayaan sosial,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat Bireuen memiliki kearifan dan keteguhan iman yang kuat. Dengan sikap saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, proses pemulihan pascabencana diyakini dapat berjalan lebih baik, bermartabat, dan diridhai Allah SWT.
Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas menyatakan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat, mengawal nilai kemanusiaan, serta menjadi jembatan komunikasi yang menyejukkan antara rakyat dan pemerintah.
“Pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang paling tulus menjaga persatuan dan meringankan beban sesama,” tutup Arizal Mahdi.
Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Bireuen.
Detik Peristiwa


