Makassar,detikperistiwa.co.id -Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Wajo Kota Makassar digelar di Hotel Karebosi Premier, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Bappeda Kota Makassar Dahyal dan Kepala Dinas DP2 Makassar Aulya Arsyad.
Camat Wajo Maharuddin, S.Sos, mengatakan Musrenbang kali ini menjadi momentum untuk menyelaraskan kembali program kelurahan, termasuk mengakomodasi sejumlah kegiatan yang sempat tertunda.
“Salah satu tujuan Musrenbang ini adalah menyinkronkan program rencana aksi dengan program kelurahan. Ada beberapa program yang tertunda di tahun-tahun sebelumnya dan itu akan kita masukkan kembali,” kata Maharuddin.
Menurutnya, fokus pembangunan Kecamatan Wajo ke depan lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Pasalnya, kondisi infrastruktur dasar di wilayah tersebut dinilai sudah relatif memadai.
“Kalau dari sisi infrastruktur, Alhamdulillah jalan-jalan di Kecamatan Wajo sudah beraspal atau paving block, sudah tidak ada lagi jalan tanah. Jadi sekarang kita lebih fokus ke pemberdayaan,” ujar Maharuddin.
Meski demikian, pembenahan lingkungan tetap menjadi perhatian, khususnya penerangan lorong dan penguatan sistem keamanan wilayah melalui CCTV.
“Lampu lorong dan CCTV ini masih terbatas, tapi sangat penting untuk keamanan wilayah. Ke depan ini yang ingin kita perkuat,” jelas Maharuddin.
Maharuddin juga menyoroti keterbatasan lahan di Kecamatan Wajo yang membuat program pertanian skala besar sulit diterapkan. Namun, pemanfaatan lahan sempit dinilai masih memungkinkan melalui pendekatan pemberdayaan berbasis lingkungan.
“Wilayah Wajo lahannya sudah sangat sempit. Farming skala besar tidak cocok, tapi pemanfaatan pekarangan rumah masih bisa kita dorong,” ucap Maharuddin.
Selain itu, mayoritas warga Kecamatan Wajo disebut berprofesi sebagai pedagang dan pekerja sektor informal. Kondisi ini membuat penguatan ekonomi warga menjadi salah satu prioritas utama.
“Sekitar 60 persen warga Wajo adalah pedagang. Program ke depan bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga penguatan ekonomi dan jaminan bagi warga,” kata Maharuddin.
Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah kecamatan juga memaparkan rencana pengelolaan lingkungan, salah satunya melalui pengembangan budidaya maggot yang dipusatkan di TPS 3R.
“Tahun ini sudah ada satu contoh budidaya maggot yang siap, dan rencananya pada Februari akan kita tambah lagi satu,” tutur Maharuddin.
Selain budidaya maggot, program biopori juga terus diperkuat sebagai upaya pengendalian lingkungan dan pelibatan masyarakat.
“Untuk biopori, saat ini sudah ada 12 titik yang tersebar di beberapa kelurahan dan taman. Ini kita dorong supaya masyarakat bisa ikut ambil bagian langsung dalam program-program pemerintah kota,” pungkas Maharuddin.
Niar Ch


