
Pemalang – Aksi pencopetan terjadi di tengah keramaian perayaan Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang yang digelar pada [hari/tanggal]. Sejumlah pengunjung dilaporkan menjadi korban saat memadati area acara.
Berdasarkan keterangan beberapa saksi, pelaku diduga beraksi dengan memanfaatkan situasi padat penonton, terutama saat pertunjukan berlangsung. Sasaran utama pelaku adalah barang berharga seperti ponsel dan dompet.
Salah satu pengunjung mengaku kehilangan telepon genggamnya saat berdesakan di depan panggung utama. “Tiba-tiba sadar HP sudah tidak ada di tas. Kondisinya memang sangat ramai,” ujarnya.
Petugas keamanan yang berjaga di lokasi langsung melakukan penyisiran dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap barang bawaan masing-masing. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun pelaku yang berhasil diamankan.
Pihak penyelenggara juga mengingatkan pengunjung untuk tetap berhati-hati dan segera melapor kepada petugas apabila mengalami atau melihat tindak kejahatan selama acara berlangsung.
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 sendiri berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan yang menarik ribuan warga dari berbagai daerah.
Komplotan Copet Membabi Buta di Karnaval Kirab Gunungan Hasil Bumi HUT ke-451 Kabupaten Pemalang, Kerugian Korban Diperkirakan Capai Ratusan Juta
Pemalang,Jateng Https//detikperistiwa.co.id – Puluhan emak – emak alami kecopetan saat mengikuti acara Karnaval Kirab Gunungan Hasil Bumi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang Tahun 2026, Minggu (25/1/2026).
Dalam pantauan awak media, kegiatan yang mengusung tema “Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera” tersebut berlangsung meriah di Alun-Alun Kabupaten Pemalang dan diikuti sekitar 3.000 peserta serta masyarakat umum.
Karnaval tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi daerah sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi, kekayaan budaya, dan kebersamaan masyarakat Pemalang.
Acara yang dihadiri dari Forkopimda Kabupaten Pemalang, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Drs. H. Martono, M.A., Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., Wakil Bupati Pemalang Nurkholis, S.H., M.Si., Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, S.I.K., S.H., M.M., serta pejabat TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, OPD, dan tamu undangan lainnya, harus terkotori oleh yang membabi buta saat ribuan warga berebut gunungan hasil bumi atau tani.
Deris Nur Amanda Putra salah satu warga Kelurahan Kebondalem, ia bersama istrinya (Lisa) mengaku kehilangan dompet dan satu unit telepon genggam merek Infinix ketika berada di lokasi acara di Jalan Ahmad Yani, sekitar kawasan City Walk Pemalang.
Ia bersama puluhan korban lainya langsung mendatangi Polsek Pemalang untuk membuat laporan resmi, setelah menyadari barang miliknya raib digondol komplotan copet.
“Rata – rata yang jadi korban copet merupakan perempuan, termasuk ibu-ibu, dengan jenis kehilangan yang hampir sama, yakni dompet dan telepon genggam,” bebernya.
Lanjut ia menyebutkan, aparat kepolisian telah mengamankan dua orang terduga pelaku dalam rangkaian kejadian tersebut. Keduanya diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun.
Sementara, AKP Agus Soleh, SH., M.H., Kapolsek Pemalang Kota membenarkan adanya puluhan warga masyarakat yang menjadi korban copet saat mengikuti acara Kirab Karnaval HUT Kabupaten Pemalang ke-451. Menurutnya, saat ini warga yang mengaku menjadi korban copet sedang didata.
“Lagi dimintai keterangan oleh anggota reskrim untuk kebenarannya. Lagi didata mas,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.*
Oleh : Tim Redaksi Detikperistiwa.co.id


