π™Žπ™šπ™’π™žπ™£π™–π™§ π™‰π™–π™¨π™žπ™€π™£π™–π™‘ π™Ž2 π™ˆπ™–π™œπ™žπ™¨π™©π™šπ™§ π™π™šπ™ π™£π™žπ™  π™Žπ™žπ™₯π™žπ™‘ π™π™Žπ™ˆ “π™„π™™π™šπ™£π™©π™žπ™›π™žπ™ π™–π™¨π™ž π™‹π™€π™©π™šπ™£π™¨π™ž π˜½π™šπ™£π™˜π™–π™£π™– π˜½π™žπ™™π™–π™£π™œ π™π™šπ™ π™£π™žπ™  π™Žπ™žπ™₯π™žπ™‘”

π™Žπ™šπ™’π™žπ™£π™–π™§ π™‰π™–π™¨π™žπ™€π™£π™–π™‘ π™Ž2 π™ˆπ™–π™œπ™žπ™¨π™©π™šπ™§ π™π™šπ™ π™£π™žπ™  π™Žπ™žπ™₯π™žπ™‘ π™π™Žπ™ˆ “π™„π™™π™šπ™£π™©π™žπ™›π™žπ™ π™–π™¨π™ž π™‹π™€π™©π™šπ™£π™¨π™ž π˜½π™šπ™£π™˜π™–π™£π™– π˜½π™žπ™™π™–π™£π™œ π™π™šπ™ π™£π™žπ™  π™Žπ™žπ™₯π™žπ™‘”

π™Žπ™šπ™’π™žπ™£π™–π™§ π™‰π™–π™¨π™žπ™€π™£π™–π™‘ π™Ž2 π™ˆπ™–π™œπ™žπ™¨π™©π™šπ™§ π™π™šπ™ π™£π™žπ™  π™Žπ™žπ™₯π™žπ™‘ π™π™Žπ™ˆ “π™„π™™π™šπ™£π™©π™žπ™›π™žπ™ π™–π™¨π™ž π™‹π™€π™©π™šπ™£π™¨π™ž π˜½π™šπ™£π™˜π™–π™£π™– π˜½π™žπ™™π™–π™£π™œ π™π™šπ™ π™£π™žπ™  π™Žπ™žπ™₯π™žπ™‘”


Teknik Sipil (Civil Engineering) adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang perencanaan, desain, konstruksi, dan pemeliharaan infrastruktur fisik seperti bangunan, jalan, jembatan, bendungan, dan lain-lain. Tujuan utama Teknik Sipil adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Teknik Sipil mencakup beberapa bidang, seperti:

– Struktur (bangunan, jembatan, dll.)
– Geoteknik (tanah, fondasi, dll.)
– Hidrolika (air, sungai, dll.)
– Transportasi (jalan, kereta api, dll.)
– Lingkungan (pengelolaan air, pengelolaan limbah, dll.)

Teknik Sipil menggunakan prinsip-prinsip matematika, fisika, dan kimia untuk menganalisis dan mendesain infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Insinyur Sipil bekerja sama dengan arsitek, insinyur lain, dan profesional lainnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara terkemuka di bidang infrastruktur berkelanjutan dan tata kelola lingkungan. Mereka membahas konsep dan aplikasi dari infrastruktur blue-green, yang mengombinasikan pengelolaan air (blue) dengan area hijau (green) untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih tahan terhadap perubahan iklim dan mendukung ekosistem.

Pembicara utama yang hadir dalam seminar ini antara lain:

Sambutan:
Rektor universitas Semarang
Dr. Supari, S.T., M.T.

Identifikasi potensi Bencana Bidang Teknik Sipil strategis dalam perencanaan pembangunan melalui seminar ini, bagian dalam pengembangan keilmuan.
Seminar diikuti oleh 700 peserta.

Universitas mempunyai kemampuan analisa risiko dalam rangka meningkatkan kesadaran menghadapi bencana.

Berharap seminar ini berkontribusi nyata akan lahir rekomendasi kebijakan.

Narasumber 1
Dr. Ir. Yustian Heri Suprapto, S.T., M.T., M.Sc.

PT. Keller Ground Indonesia
Teknik Perbaikan Tanah Sebagai Upaya dlm mitigasi Potensi Bencana.

Tantangan Geoteknik dalam infrastruktur,Β  hampir pembangunan insfrastruktur berdiri diatas tanah yang memiliki karakteristik dan permasalahan berbeda-beda di setiap wilayah.
Insfrastruktur dibangun diatas tanah, sementara kondisi tanah di tiap-tiap daerah memiliki problem yang sangat spesifik.Β 

Sebaran tanah lunak 2019
di Petakan untuk periode ulang di Indonesia ini digunakan memetakan risiko berdasarkan probabilitas terlampaui tertentu misal periode ulang 2475 tahun, untuk desain bangunan tahan gempa.

Indek risiko bencana (IRB) alat ukur berbasis data di kabupaten kota dan provinsi, untuk merencanakan pembangunan dan menurunkan risiko.

Pada tahun 2024 terdapat penurunan indeks. Itu dikarenakan dilakukan upaya meningkatkan daya dukung mengurangi penurunan tanah. Mengacu pada Metode perbaikan tanah SNI 8460 : 2017.

Narasumber 2
Dr. Edy Susilo, S.T., M.T.
Investor Pipa Resapan Horisontal – USM

Penyebab bencana hidrometeorologi ( perubahan iklim)
Tren kejadian banjir dan longsor di Indonesia 2010 – 2025 semakin meningkat maka dibutuhkan oleh karena itu tenaga-tenaga ahli di bidang kebencanaan dibutuhkan.

Hujan yang ekstrim

Curah hujan tertinggi 261 mm/hari, sedangkan daya serap tanah hanya mampu 10% selebihnya bisa mengakibatkan banjir.

Perubahan Tata Guna Lahan

Kebon Sawit meningkat 3 x lipat sejak 1990 tentu juga diikuti pula perubahan tataguna lahan juga akan meningkat bisa 3 sampai 4 kali lipat.
Tantangan bencana sudah nyata dan ini adalah ancaman. Sehingga sangat penting Mitigasi Bencana dengan Strategi Plementasi Zero AQ Policy.

Perencanaan sarana pengelolaan air hujan. (Permen pu 11/PRT/M/2014)
Pemesanan Tanah hanya mampu sebesar 10%
Limpahan air hujan yang 55% ke permukaan, oleh karena itu harus diupayakan resapan lebih besar.


Narasumber 3
Prosida Rhapdody
GeoBrugg Indonesia

Geobrugg adalah penyedia sistem proteksi geohazard (bencana geologi) spesialis dalam solusi jaring kawat baja berkekuatan tinggi untuk menahan longsor, aliran puing, dan stabilitas lereng industri, pertambangan maupun insfrastruktur.
Menyediakan sistem yang tahan korosi dan dapat disesuaikan dengan lanskap, Proyek jalan, diatas jalan, dibawah sungai dan lereng, termasuk opsi penghijauan kembali.
Prosida menyebutkan, wilayah di Jawa Tengah yang dilakukan pencegahan longsor terletak di Selo Boyolali – Magelang.

Narasumber 4
Bergas Catursari Penanggungan, S.Sos, M.Si
Kepala BPBD Jawa Tengah

Potensi risiko bencana semua dimulai dari infrastruktur, yang terjadi infrastruktur sedikit dikit retak karenakena banjir,
Infrastruktur dan teknik
Masak kita tidak punya infrastruktur yang kuat contoh bencana di Cilacap dan Banjarnegara.
Bagas mengingatkan pernyataan Presiden Prabowo bahwa “Masyarakat kuat dan tangguh” maka dijabarkan di daerah sebagai mitigasi bencana.
Oleh karena itu harus diciptakan masyarakat yang tangguh akan bencana, jangan ditakut-takutiditakut-takuti,Β  masyarakat tangguh tidak bicara nilai, masyarakat tangguh adalah menghadapi dengan inovasi memanfaatkan potensi dilingkungan setempat.
Menjawab pertanyaan tentang solusi bencana jangka panjang akibat bajir,Β  sebenarnya sudah diupayakan baik dengan sistem Belanda yang sebenarnya sudah diterapkan, mengingat bahwa cuaca kehadirannya tidak bisa dipastikan akan tetapi bahwa cuaca ekstrim itu pasti ada. Oleh karena itu solusinya adalah pengendalian air menjadi solusi.
Adapun untuk jangka pendek, sangat penting edukasi terhadap masyarakat.

Narasumber 5
Dr. Adolf Situmorang, S.T., M.T
Kaprodi S2 Magister Teknik Sipil USM

Mengapa seminar ini diadakan karena sudah menjadi isu nasional, contoh bencana di Sumatra dan daerah lainnya. Kami punya analisa bagaimana untuk mengurangi terjadinya banjir, kami punya kepedulian dalam mitigasi bencana.
Maksud dan tujuan diselenggarakan seminar dengan tema “Identifikasi Potensi Bencana Bidang Teknik Sipil” sebagai forum ilmiah untuk membahas peran dan kontribusi bidang teknik sipil dalam menghadapi tantangan Kebencanaan di Indonesia. Saya sudah 20 tahun lebih dalam penanganan banjir dan longsor di Kota Semarang dan sekitarnya, bahwa untuk penanganan setiap daerah tidak sama.

π˜Όπ™£π™©π™ͺπ™¨π™žπ™–π™¨π™’π™š 𝙙𝙖𝙣 π™‹π™–π™§π™©π™žπ™¨π™žπ™₯π™–π™¨π™ž π™‹π™šπ™¨π™šπ™§π™©π™–

Para peserta seminar menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh: Dr. Adolf Situmorang, S.T., M.T.
Teknik sipil dari Universitas Semarang Pada sesi ini, peserta menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait tantangan dan peluang penerapan blue-green infrastructure di berbagai wilayah di Indonesia.

π˜Όπ™£π™©π™ͺπ™¨π™žπ™–π™¨π™’π™š 𝙙𝙖𝙣 π™‹π™–π™§π™©π™žπ™¨π™žπ™₯π™–π™¨π™ž π™‹π™šπ™¨π™šπ™§π™©π™–

Para peserta seminar menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh: Dr. Adolf Situmorang, S.T., M.T.
Teknik sipil dari Universitas Semarang Pada sesi ini, peserta menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait tantangan dan peluang penerapan blue-green infrastructure di berbagai wilayah di Indonesia.

π™‡π™–π™£π™œπ™ π™–π™ π™ π™š π™™π™šπ™₯𝙖𝙣

Seminar Nasional S2 Magister Teknik Sipil USM dengan tema *”Identifikasi Potensi Bencana Bidang Teknik Sipil”Β  ini menjadi momentum penting bagi berbagai pihak untuk mempercepat adopsi teknologi dan konsep berkelanjutan yang mendukung ketahanan kota di masa depan”.*

Oleh : Mujihartono

#Kaperwiljatengβ˜†β˜†

#detikperisriwa.co.id