
Breaking News: Hujan Deras Picu Banjir di Kota Pemalang, Permukiman dan Jalan Protokol Terendam
Pemalang jateng https//detikperistiwa.co.id — Hujan deras yang mengguyur Kota Pemalang sejak Sabtu sore hingga malam hari (31/1/2026) kembali memicu banjir di sejumlah wilayah perkotaan. Genangan air setinggi 20 hingga 100 sentimeter merendam permukiman padat penduduk serta meluap ke jalan-jalan protokol, menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan arus lalu lintas tersendat.
Banjir dilaporkan terjadi di beberapa kelurahan di pusat kota, antara lain Kelurahan Sugihwaras, Pelutan, Kebondalem, dan Mulyoharjo. Air yang meluap dari saluran drainase menggenangi rumah-rumah warga, halaman, hingga ruas jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi cukup parah terjadi di sejumlah titik. Air berwarna cokelat terlihat mengalir deras di badan jalan, memaksa pengendara melaju dengan kecepatan rendah. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya karena mesin mati setelah nekat menerobos genangan air yang cukup tinggi.
Banjir juga berdampak pada kelancaran lalu lintas di jalan protokol Kota Pemalang. Kemacetan sempat terjadi karena banyak kendaraan berhenti atau berputar arah. Sebagian pengendara memilih menunggu air surut karena khawatir kendaraannya rusak.
Di kawasan permukiman, warga tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Beberapa rumah terendam hingga bagian dalam, membuat penghuni tidak dapat beraktivitas secara normal. Warga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap kali hujan deras turun dengan intensitas tinggi.
Hingga Sabtu malam, hujan masih mengguyur wilayah Pemalang dan genangan air belum sepenuhnya surut di beberapa lokasi. Belum ada laporan resmi terkait jumlah rumah terdampak maupun kerugian material. Namun, warga berharap hujan segera reda agar air cepat surut dan kondisi kembali normal.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan sistem drainase di kawasan perkotaan yang dinilai belum mampu mengantisipasi debit air hujan tinggi. Warga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan*
Tim Redaksi detikperistiwa.co.id
<Mujihartono kaperwil jateng>



