Respon KPA – PA Bener Meriah terkait Pernyataan ketua DPRA terhadap SEKDA.

Bener Meriah – Senin 2/ Januari /2026. Terkait pemberitaan yang beredar di beberapa platform media tentang pernyataan Ketua DPRA Aceh.

Mengenai kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir Syamaun, menuai respons dari KPA (komite peralihan Aceh) dan DPW-Partai Aceh wilayah Bener Meriah dalam keterangan rilisnya yang di terima media ini.

Dimana Ketua KPA dan PA wilayah Bener Meriah Bedel, mengingatkan kepada semua jajaran PA dan KPA untuk saling bahu membahu dalam mengelola pemerintahan, terutama harmonisasi antara eksekutif dan legislatif.

“DPRA mewakili masyarakat dan wilayah dari setiap kabupaten/kota, sedang Eksekutif merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk melayani masyarakat, jadi sebaik Ketua DPRA Abang samalanga dan Sekda Aceh, M.Nasir Syamaun adalah putra terbaik Aceh saat ini yang paling dipercaya oleh mualem untuk memimpin di dua lembaga ini.” kata Bedel di sela acara persiapan kenduri 44 hari meninggalnya Gubernur GAM wil.Linge Husni Jalil.

 

Menurut Bedel Pernyataan Ketua DPRA di media masa tentang kinerja Sekda Aceh, M.Nasir Syamaun boleh saja sebenarnya .

” kritik itu wajar saja, supaya Sekda lebih giat lagi bekerja. Karena, menurut saya Bang Nasir, adalah figur yang jarang kita temui, masih muda, mempunyai pemikiran membangun Aceh dan kemajuan Aceh kedepan, serta menjalankan visi dan misi Gubernur Aceh, Mualem. Namun, jangan kritik karena ketidakpuasan satu pihak saja, atau karena ada ha-hal yang bertentangan dengan kita, kemudian kita katakan dia harus di copot. Itu salah, biarkan Sekda bekerja, berikan kesempatan dan waktu untuk membuktikan diri”.

“Jadikan perbedaan itu sebagai alat penyatu antara dua lembaga ini, jangan mudah terprovokasi dengan pihak yang menginginkan pemerintah Mualem ini gagal, serta haus akan kekuasaan, dan juga ada beberapa pihak yang merasa malu jika pemerintahan Mualem sukses dan di cintai oleh Masyarakat Aceh.”

Pernyataan Ketua DPRA berpotensi memunculkan kesan adanya Ketidak harmonisan antara eksekutif dan legislatif. Dalam hal ini Sekda Aceh, Nasir Syamaun dengan Ketua DPRA, Abang samalanga. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat jika tidak disikapi secara bijak.

“Sekarang saatnya kita membantu Mualem selaku Gubernur Aceh untuk Memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, kita buktikan kepada masyarakat bahwa kita bekerja untuk rakyat, bukan memperebutkan kekuasaan dan saling menyalahkan, Pengalaman di masa lalu harus menjadi pelajaran. Saat PA memegang tampuk pemerintahan, justru terjadi perpecahan di internal. Masa kelam itu tidak boleh terulang,” ujar Bedel minggu (1/2/2026) kemarin.

ketua KPA dan PA wilayah Bener Meriah ini, juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi internal didalam partai, terlebih antara unsur eksekutif dan legislatif yang saat ini sama-sama diisi oleh kader PA dan KPA, Setiap pernyataan publik, kata dia, perlu disaring agar tidak menimbulkan tafsir yang merugikan soliditas sesama anggota Partai.

Menurut Bedel, Sekda merupakan pejabat yang mendapat kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh. Karena itu, jika ada hal yang perlu dikritisi, sebaiknya disampaikan melalui jalur komunikasi internal, bukan melalui pernyataan terbuka di media, dan gembar gembor seolah-olah Sekda tidak mampu bekerja.

 

“KPA dan Partai Aceh wilayah Bener Meriah, berharap komunikasi dan pernyataan yang dilontarkan oleh Kader PA di DPRA dapat disampaikan dengan bijaksana, sehingga tidak salah dipersepsikan oleh masyarakat,” pesan Bedel

“Gubernur dan Ketua DPRA lahir dari rahim perjuangan dan tingal di rumah yang sama yaitu PARTAI ACEH, pasti tidak sulit membangun komunikasi,” sambung Bedel sambil tersenyum.

 

dia juga berharap agar saat ini Pemerintah dan DPRA fokus membantu korban bencana terutama wilayah Tengah Aceh dan Timur Aceh untuk segera mendapatkan hunian sementara (Huntara), serta membantu usaha masyarakat memulihkan ekonomi,”

“Sayang masyarakat kita sekarang lagi berjuang untuk memulihkan ekonominya setelah bencana, karena ini menjelang bulan Ramadhan, jadi kita jangan terlalu sibuk untuk mencari cari kesalahan satu sama lain, tapi bersatulah untuk membantu masyarakat.”

Bedel juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Gubernur Aceh, Mualem yang telah banyak membantu masyarakat wilayah Tengah khususnya, dan Masyarakat Aceh Umumnya yang terkena bencana hidrometeorologi.

 

“Semoga eksekutif dan legislatif dapat bekerjasama dengan baik dalam membantu Mualem membangun Aceh, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Aceh.

 

Momentum saat ini, eksekutif dan legislatif sama-sama dipegang PA, menurut Panglima Wilayah bener meriah ini, Mualem adalah Panglima di masa konflik Aceh dulu, sekarang menjadi Gubernur Aceh. ini adalah warisan sejarah. Bagaimana susahnya dulu di masa konflik kita berjuang untuk rakyat Aceh, dan tugas kita adalah meneruskan perjuangan ini kepada generasi baru untuk menjaga perjuangan ini sebaik-baiknya untuk kebesaran PA dan kemajuan Aceh tutup nya.

 

Reel.