Kepala Desa Labuhan Lombok, H.J. Siti Zaenab Masaro, menyampaikan bahwa kejadian tersebut mengejutkan pihak desa. Dari hasil pemantauan pemerintah desa, para pemuda yang terlibat tidak mengalami kesulitan ekonomi yang berarti, sehingga faktor kebutuhan hidup dinilai bukan pemicu utama.

Ia memandang persoalan lebih mengarah pada pola pergaulan dan perilaku remaja yang kurang terkontrol. Lingkungan sosial, menurutnya, memiliki pengaruh besar terhadap keputusan yang diambil anak-anak muda.
Selama ini, pemerintah desa telah menjalankan berbagai program pembinaan, termasuk kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkotika dan dampak kenakalan remaja. Program tersebut menyasar pelajar dan pemuda desa agar memiliki pemahaman lebih baik mengenai risiko perilaku menyimpang.
Siti Zaenab juga menyinggung keterlibatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lombok Timur yang pernah memberikan edukasi langsung di desa. Meski demikian, ia menilai upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar hasilnya lebih terasa.
Pemerintah desa kini berencana memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan program pendampingan rutin. Selain itu, keluarga dan tokoh masyarakat diimbau lebih aktif mengawasi aktivitas remaja.
“Anak-anak muda perlu ruang kegiatan yang positif agar energi mereka tersalurkan dengan baik,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, desa berharap para pemuda dapat berkembang ke arah yang lebih produktif sekaligus menghindari persoalan hukum di kemudian hari.(win)