Progres Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah Capai 42,5 Persen

Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id

Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Rabu, 4 Februari 2026, progres pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah yang dikerjakan di bawah pengawasan Kodim 0106/Aceh Tengah telah mencapai 42,5 persen.

Jembatan gantung tersebut dibangun di ruas jalan penghubung Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, dan Desa Bintang Pepara. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah melalui laporan resmi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung dengan panjang 120 meter ini merupakan jembatan tipe gantung yang menggunakan material dari TNI Angkatan Darat. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan jembatan melibatkan personel gabungan dari Koramil 09/Ketol sebanyak enam orang yang dipimpin Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel Yon TP 854 di bawah pimpinan Serka Hasanudin Hasibuan. Selain itu, lima orang masyarakat setempat turut berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan pembangunan.

Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pengecoran tiang tarik sling di titik dua (B) serta melanjutkan pengelasan tiang tower pada titik satu. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam struktur utama jembatan gantung yang menentukan kekuatan dan kestabilan bangunan.

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, material dan bahan bangunan telah dimobilisasi ke lokasi proyek. Material tersebut antara lain semen sebanyak 490 sak, besi ukuran 12 sebanyak 60 batang, besi ukuran 8 sebanyak 50 batang, besi ulir ukuran 13 sebanyak 60 batang, serta kerikil atau batu split sebanyak lima truk dan satu mobil L300. Selain itu, pasir sebanyak 13 truk, angkur tiang 16 buah, sling ukuran 36 milimeter dua gulung, tiang tower delapan buah, besi angkur sling empat buah, serta as angkur seling sebanyak 12 unit juga telah tersedia di lokasi.

Namun demikian, dalam pelaksanaan pembangunan masih dijumpai kendala berupa kondisi cuaca gerimis yang berpotensi menghambat proses pekerjaan di lapangan. Meski begitu, personel TNI bersama masyarakat tetap berupaya memaksimalkan pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pembangunan jembatan gantung ini menjadi wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Diharapkan, setelah selesai, jembatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas dan kesejahteraan warga di Kecamatan Ketol dan sekitarnya.(#)