Bener Meriah – detikperistiwa.co.id
Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Mahasiswa Berdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan wilayah pascabencana di Kampung Wih Porak dan Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Kehadiran para mahasiswa disambut langsung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pintu Rime Gayo, Sekretaris Camat, aparatur desa setempat, Kapolsek, Danramil, serta Dosen Pembimbing Lapangan, Selasa (4/2/2026).
Camat Pintu Rime Gayo, Muliadi, S.Pd., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa USK dalam proses pemulihan pascabencana. Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan wilayah telah berangsur kondusif dan berharap seluruh rangkaian kegiatan KKN dapat berjalan lancar.
“Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, menjaga ketertiban, serta menjunjung tinggi nilai-nilai syariat, adat istiadat, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Pintu Rime Gayo,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Danramil Pintu Rime Gayo, Pelda Yulianto, yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat pascabencana. Ia menilai program pipanisasi air bersih dan pendampingan masyarakat yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 20 hari berpotensi meringankan beban warga di Kampung Uning Mas dan Wih Porak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Maimun, S.Pd., M.A, menjelaskan bahwa KKN kebencanaan ini memprioritaskan program penyediaan air bersih melalui pipanisasi, yang merupakan bagian dari Program Kementerian Sains dan Teknologi. Program tersebut dirancang pada titik-titik strategis yang mudah diakses masyarakat guna menyempurnakan fasilitas air bersih yang telah ada.
Selain program fisik, mahasiswa juga melakukan penguatan numerasi, literasi, serta kreativitas masyarakat, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pendidikan pascabencana.
“KKN bukan hanya soal membangun sarana, tetapi juga membangun kesadaran sosial. Mahasiswa belajar langsung memahami realitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat,” jelasnya.
Kepala Desa Uning Mas, Hasiludin, menyampaikan kesiapan penuh pemerintah desa dalam mendukung seluruh kegiatan mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa dampak bencana telah menyebabkan dua dusun hilang, sementara dua dusun lainnya masih dalam tahap pemulihan dengan bantuan alat berat.
“Kehadiran mahasiswa menjadi harapan dan semangat baru bagi masyarakat kami. Apa pun yang dibutuhkan selama kegiatan, InsyaAllah akan kami dukung semaksimal mungkin,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Wih Porak, Hendraputra, yang mewakili kepala desa. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kehadiran mahasiswa USK di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan energi sosial dan optimisme bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan. Ia berharap potensi desa dapat dikembangkan bersama, serta pengetahuan yang dimiliki mahasiswa dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.
Melalui KKN Kebencanaan Program Mahasiswa Berdampak ini, Universitas Syiah Kuala menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, memperkuat solidaritas sosial, serta berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Detik Peristiwa


