Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur — Isu pengelolaan dana zakat di Kabupaten Lombok Timur menjadi perbincangan hangat setelah muncul kritik terkait keterbukaan penyaluran bantuan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Sejumlah pihak menilai sistem distribusi perlu lebih transparan agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Lombok Timur, Sarwin, S.H., menyatakan pihaknya menerima berbagai aduan warga yang mempertanyakan proses penyaluran bantuan. Ia menilai lembaga pengelola zakat wajib menyampaikan informasi secara terbuka karena dana yang dikelola berasal dari umat.

“Kalau memang ada penyaluran, harusnya terbuka. Jangan sampai terkesan diam-diam karena ini menyangkut dana umat,” kata Sarwin, Rabu (11/02/2026).
Ia menekankan bahwa kejelasan data penerima dan alur distribusi sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman. Tanpa keterbukaan, menurutnya, kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat bisa menurun.
SPN juga menyoroti isu dugaan keterlibatan pihak perantara dalam proses pengajuan atau disposisi bantuan. Jika hal tersebut terbukti, Sarwin menilai perlu ada pembenahan internal agar tata kelola berjalan bersih dan profesional.
Selain itu, aspek administrasi turut menjadi perhatian. SPN mendorong agar setiap penyaluran dilengkapi dokumen resmi sebagai bukti serah terima. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terkait sumber dana, Sarwin mengingatkan bahwa zakat yang berasal dari iuran aparatur sipil negara (ASN) harus dikelola secara adil dan proporsional. Ia menilai ketimpangan distribusi berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial.
Di sisi lain, perwakilan Baznas Lombok Timur menyebut seluruh program penyaluran mengacu pada aturan yang berlaku. Pihaknya juga memberi sinyal akan memberikan penjelasan lebih lanjut guna merespons berbagai sorotan yang berkembang.
Pengamat sosial di Lombok Timur menilai polemik ini seharusnya menjadi momentum perbaikan sistem. Menurut mereka, publik membutuhkan akses informasi yang jelas mengenai data penerima dan mekanisme seleksi agar kepercayaan terhadap lembaga zakat tetap terjaga.
Hingga saat ini, klarifikasi resmi secara menyeluruh dari Baznas Lombok Timur masih dinantikan masyarakat. Polemik yang berkembang menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap pengelolaan dana zakat di daerah tersebut.(win)


