Bireuen – detikperistiwa.co.id
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, secara resmi melakukan penjemputan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan XXVIII Tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang telah menyelesaikan pengabdian pasca tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bireuen beserta jajaran, unsur Forkopimda, para camat dan keuchik dari 12 kecamatan dan 26 desa lokasi KKM, serta para dosen pembimbing lapangan.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program pengabdian tersebut serta apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah terlibat langsung dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.
“KKM bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wahana pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki empati, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap persoalan riil masyarakat,” ujar Dr. Marwan.
Pada KKM Angkatan XXVIII Tahap II ini, sebanyak 740 mahasiswa diterjunkan ke 12 kecamatan yang mencakup 26 desa di Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, pada Tahap I, sebanyak 178 mahasiswa telah lebih dahulu melaksanakan pengabdian serupa.
Menurut Rektor, keterlibatan mahasiswa dalam masa pemulihan pascabencana menjadi bukti komitmen Universitas Almuslim untuk menghadirkan perguruan tinggi di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis. Nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kebersamaan menjadi fondasi utama pelaksanaan program tersebut.
Enam Program Kerja Utama
Selama pelaksanaan KKM Tahap II, mahasiswa mengimplementasikan enam program kerja utama, yaitu:
1. Rehabilitasi infrastruktur sederhana;
2. Penyuluhan dan edukasi mitigasi bencana;
3. Pemberdayaan ekonomi melalui pendampingan UMKM;
4. Peningkatan kualitas lingkungan hidup;
5. Penyediaan dan optimalisasi sumber air bersih; serta
6. Program trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Program-program tersebut dirancang untuk mendukung percepatan pemulihan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Enam Proposal Hibah Tanggap Darurat 2025
Sebagai penguatan dampak dan keberlanjutan program, Universitas Almuslim juga menginisiasi dan melaksanakan enam Proposal Hibah Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025, meliputi:
Rehabilitasi sanitasi lingkungan dan kebutuhan air bersih melalui solusi sumur bor berbasis IoT dan MCK portabel di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan (Prof. Dr. Halus Satriawan, S.P., M.Si);
Distribusi logistik terpadu untuk pemulihan awal korban banjir di sejumlah gampong di Kabupaten Bireuen (Dr. Marwan, M.Pd);
Pendampingan psikososial terintegrasi bagi kelompok rentan terdampak banjir (Rahmi Hayati, M.Pd);
Pemulihan pembelajaran berbasis literasi digital STEM bagi anak terdampak banjir (Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd);
Program penguatan ketahanan kesehatan dan gizi masyarakat pascabanjir di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng (Siti Rahmah, M.Kes);
Penanggulangan penyakit infeksi serta gangguan psikologis pascabanjir bandang di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Raya (dr. Zumirda).
Selain itu, Universitas Almuslim juga memperoleh kepercayaan melalui Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 berdasarkan SK Nomor 0156/C3/AL.04/2026 dengan lima proposal utama yang berfokus pada pemulihan sektor pertanian, ketahanan pangan, penyediaan air minum layak konsumsi, desa tangguh pangan, serta pemulihan gizi ibu dan anak.
Program tersebut melibatkan sejumlah dosen dan akademisi, di antaranya Dani Pratama Putra, S.P., M.Ling; Prof. Dr. Halus Satriawan, S.P., M.Si; Dr. Imam Muslem R, M.Kom; Muhammad Rizal; serta Nuraina, M.Keb.
Komitmen Berkelanjutan
Rektor Universitas Almuslim menegaskan bahwa pengalaman pengabdian ini menjadi pembelajaran kehidupan yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam membentuk kepribadian, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, para camat, keuchik, serta seluruh masyarakat desa atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan KKM.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus terus diperkuat demi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tutupnya.
Dengan berakhirnya KKM Tahap II ini, Universitas Almuslim kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Detik Peristiwa


