Detikperistiwa.co.id
Gresik — Jatim | Pasca upaya penertiban kios di kawasan Semambung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, banjir melanda jalur Sumput–Semambung pada Rabu sore. Debit air yang meningkat membuat air meluber hingga ke badan jalan provinsi, meski arusnya tidak begitu deras.
Namun demikian, ketinggian air di jalur penghubung Semambung–Sumput tersebut terpantau cukup berbahaya bagi pengendara roda dua. Air dari arah Sumput ke selatan sudah tak tertampung di sungai avour dan akhirnya meluber ke jalan penghubung dua desa tersebut, hingga menyebabkan sedikitnya puluhan sepeda motor mogok saat mencoba menerobos banjir.

Kali (sungai) Avour diketahui berada sekitar setengah kilometer dari lokasi kios yang sebelumnya akan ditertibkan. Sungai tersebut pada awalnya berfungsi sebagai saluran pengairan persawahan. Namun seiring perkembangan kawasan pasar Sumput dan sekitarnya, aliran itu kini menjadi titik tumpu penampungan air hujan dari wilayah sekitar.
Hal tersebut membuktikan argumen warga penghuni kios, saat debat dengan pihak pihak terkait saat akan melaksanakan pembongkaran kiosnya. Menurut warga kepada pihak putr Gresik dan satpol pp dilokasi kios. Jika pembongkaran bertujuan untuk mengembalikan fungsi drenase guna meminimalisir genangan air, mereka berpendapat bahwasanya persoalan tersebut, harus dibahas dari hulu ke hilir
“KLO masalah banjir, air tersebut datang dari arah Utara dan sungai diutara tidak menampung air yg datang. Hingga menyebabkan banjir. Kenapa bukan hal tersebut yang di selesaikan dulu” .teriak warga saat berdialog di lokasi penggusuran
Dari informasi yang berhasil dihimpun media, sejumlah titik di sepanjang aliran sungai mengalami penurunan fungsi. Penyempitan badan sungai serta pendangkalan disebut-sebut menjadi faktor yang memperparah luapan air saat hujan dengan intensitas tinggi turun.
Adi, seorang petugas penyeberangan jalan di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa sejak sore hari arus lalu lintas mulai terganggu. “Sejak sore banyak sekali motor yang harus balik arah dan mencari jalur alternatif lain. Tidak sedikit juga motor dari arah utara ke selatan yang mengalami kendala mesin hingga mogok,” ujarnya. Rabu(11/2/26)
Kondisi tersebut sempat menimbulkan antrean kendaraan, terutama kendaraan roda dua yang kesulitan melintas di tengah genangan. Warga berharap ada langkah konkret untuk normalisasi aliran Kali Avour agar kejadian serupa tidak terus berulang, terlebih jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Driyorejo. By


