Progres Jembatan Gantung Kalaili Linge Capai 49 Persen, Pembangunan Ditarget Rampung Februari 2026

Aceh Tengah – detikperistiw.co.id

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang dikerjakan oleh personel Kodim 0106/Aceh Tengah, pada Rabu, 18 Februari 2026, telah mencapai progres 49 persen. Pekerjaan infrastruktur penghubung antar desa tersebut saat ini difokuskan pada pemasangan seling bawah serta penyempurnaan pilon/tower jembatan.

Jembatan gantung ini dibangun di ruas penghubung Desa Owaq menuju kemukiman Wih Dusun Jamat yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Linge, yakni Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung. Jembatan sepanjang 100 meter ini ditargetkan menjadi akses utama mobilitas warga, terutama untuk memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan sosial masyarakat di wilayah pedalaman.

Pekerjaan fisik jembatan meliputi pembangunan abutmen dan pilon/tower sebagai struktur utama penopang. Hingga saat ini, empat titik abutmen (1a, 1b, 2a, dan 2b) telah selesai dilakukan pengecoran. Sementara itu, pilon titik (1) telah dicat dan pilon titik (2) telah berdiri serta masih dalam proses pengecatan. Pemasangan seling bawah juga telah memasuki tahap pembentangan, pengepresan, dan penguncian.

Kegiatan pada hari ini melibatkan personel TNI bersama teknisi lapangan yang mengurai tali seling dari gulungan untuk dibentangkan, mengepres seling bawah, serta menarik seling ke seberang di titik (2). Selain itu, personel turut membantu proses pengelasan glagar antar pilon di titik (2) dan pengikatan seling bawah menggunakan klem guna memastikan kekuatan konstruksi sesuai standar teknis.

Pelibatan personel dilakukan lintas satuan. Dari Koramil 05/Linge diterjunkan dua personel di bawah pimpinan Lettu Inf Muklis, didukung 30 personel Yon TP 854/DK yang dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda, serta dua personel dari Puziad yang dipimpin Pelda Joko. Keterlibatan unsur masyarakat setempat masih terbatas pada dukungan non-teknis selama proses pembangunan berlangsung.

Untuk menunjang kelancaran pekerjaan, material konstruksi telah dimobilisasi ke lokasi, antara lain semen, besi behel dan besi ulir, batu split, pasir, batu, seling atas dan bawah, besi UNP, tiang tower, bahan lantai jembatan dari kayu keras, besi siku dan flat, besi holo, tracker seling, cat besi, serta perlengkapan pendukung lainnya. Ketersediaan material ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan sesuai target.

Jembatan gantung tersebut menggunakan material TNI AD dan dirancang sebagai sarana penyeberangan yang aman bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua. Kehadiran jembatan diharapkan mempersingkat waktu tempuh warga antar desa dan meningkatkan konektivitas wilayah yang selama ini terkendala akses sungai.

Meski progres telah mendekati setengah pengerjaan, pelaksana di lapangan masih menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan klem cekam untuk penguncian seling bawah. Kondisi ini mengharuskan pekerjaan dilakukan dengan ekstra hati-hati agar penguncian seling tetap aman dan kuat. Pihak pelaksana menyatakan akan mengupayakan penambahan peralatan pendukung agar target penyelesaian pada Februari 2026 dapat tercapai sesuai rencana.(#)