Palembang,-detikperistiwa co.id
Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memimpin Sidang Parade dan Pemilihan Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD Gelombang I TA. 2026 Tingkat Sub Panitia Pusat (Panpus) Kodam II/Sriwijaya bertempat di Aula Wijaya Kusuma Ajendam II/Sriwijaya, Jalan Urip Sumoharjo, Sekojo, Kota Palembang, Kamis (19/02/2026).
Selaku Ketua Sidang, Mayjen TNI Ujang Darwis didampingi oleh jajaran pejabat, di antaranya Kolonel Kav Husnizon yang menjabat sebagai Wakil Ketua dan Aspers Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Didik Efendy, S.I.P., sebagai Sekretaris I. Kehadiran para perwira pengawas (Pawas) serta para Ketua Tim dari masing-masing bidang seleksi memastikan bahwa proses pemantauan dan penilaian berjalan sesuai standar operasional yang ketat.
Proses seleksi ini merupakan tahap krusial dalam menyaring putra-putra terbaik bangsa yang memiliki dedikasi tinggi untuk mengabdi melalui jalur Bintara TNI AD. Sidang ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari aspek administrasi, kesehatan, jasmani, hingga psikologi, guna mendapatkan calon prajurit yang memenuhi kualifikasi fisik maupun mental yang dipersyaratkan oleh institusi.
Demi menjaga kelancaran dan efektivitas mekanisme penilaian, panitia membagi para peserta ke dalam tiga gelombang pemeriksaan. Pengaturan ini dilakukan agar tim penguji dapat melakukan observasi secara lebih mendalam dan objektif terhadap setiap kandidat, sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen tetap terjaga dengan baik di lingkungan Kodam II/Sriwijaya.
Melalui sidang parade ini, diharapkan akan terpilih calon-calon Bintara yang tangguh, profesional, dan siap menjalani pendidikan militer untuk memperkuat jajaran TNI Angkatan Darat di masa depan. Sangat Penting objektivitas dalam memilih peserta, karena kualitas prajurit yang dipilih hari ini akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI AD ke depan.
Hal ini sejalan dengan penekanan Pangdam II/Sriwijaya, bahwa seluruh proses masuk TNI tidak dipungut biaya atau gratis dan murni atas usaha sendiri. Dirinya mengajak kita bersama untuk berantas mafia werving yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Bila ada aduan masyarakat terkait praktik ilegal tersebut, diharapkan segera melapor ke Pomdam II/Sriwijaya untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Edit “mry”


