Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili Capai 50,3 Persen di Linge

Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id

Pembangunan jembatan gantung di Kalaili, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang dikerjakan jajaran telah mencapai progres 50,3 persen per Senin (23/2/2026) pukul 11.50 WIB. Proyek infrastruktur sepanjang 100 meter ini ditargetkan rampung pada Februari 2026 untuk membuka akses transportasi warga di sejumlah desa wilayah Linge dan sekitarnya.

Pekerjaan jembatan gantung berlokasi di Kalaili, Kecamatan , dengan koordinat 4°24’1,692″N 97°8’47,046″E. Ruas jalan yang akan terhubung meliputi Desa Owaq hingga kemukiman Wih Dusun Jamat, serta melayani akses warga Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung. Keberadaan jembatan ini diharapkan memperpendek waktu tempuh warga menuju pusat layanan ekonomi dan sosial.

Dari sisi teknis, jembatan bertipe jembatan gantung dengan panjang bentang 100 meter. Material utama didukung oleh TNI AD. Hingga hari pelaksanaan laporan, pekerjaan struktur utama menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada pengecoran abutmen di kedua sisi serta pemasangan dan pengecatan tiang tower/pilon pada titik satu dan dua.

Rincian progres fisik menunjukkan seluruh abutmen 1a, 1b, 2a, dan 2b telah selesai dicor. Tiang tower/pilon pada dua titik telah dicat. Sementara itu, seling bawah tengah dalam proses pengepresan, dan seling atas kanan tengah dibentangkan sebagai bagian dari tahapan perakitan sistem gantung jembatan.

Kegiatan lapangan pada Senin meliputi personel TNI yang mengunci serta mengepres seling atas sebelah kanan. Teknisi merangkai dan mengelas roda seling atas, sedangkan personel lainnya mengikat besi UNP 100 pada seling bawah sebagai dasar pijakan besi holo. Tim juga menyiapkan besi hanger untuk dilas dan dipasang menggunakan besi drat guna memperkuat struktur lantai jembatan.

Dari unsur pelaksana, personel yang terlibat terdiri atas Koramil 05/Linge sebanyak dua orang di bawah pimpinan Lettu Inf Muklis, personel YON TP 854/DK sebanyak 30 orang dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda, serta dua personel Puziad dipimpin Pelda Joko S. Keterlibatan unsur TNI ini ditujukan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus memastikan standar keselamatan konstruksi terpenuhi.

Mobilisasi material ke lokasi proyek juga telah dilakukan secara bertahap. Material yang tersedia antara lain semen 400 sak, besi behel 50 batang, besi ulir 119 batang, batu split 6 kubik, pasir 15 kubik, batu 15 kubik, seling atas 1½ inci, seling bawah 1 inci, tiang tower delapan buah, besi UNP 100, besi holo 40 batang, besi siku berbagai ukuran, besi 19 mm 49 batang, besi flat 10 mm 12 batang, tracker seling atas empat unit, roda seling, loller seling atas, cat besi warna merah dan putih, tiner, kuas, hingga bahan lantai jembatan berupa kayu keras.

Pembangunan jembatan gantung Kalaili ini menjadi bagian dari upaya peningkatan konektivitas antarpermukiman di wilayah Linge. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan diharapkan mendukung distribusi hasil pertanian dan memperlancar akses layanan publik, terutama saat kondisi sungai meluap pada musim hujan. Pemerintah daerah bersama TNI menargetkan pekerjaan rampung sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.(#)