Warga Muara Pangi Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Jembatan Sungai Duo 2025

Merangin – detikperistiwa.co.id

Warga Desa Muara Pangi, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menyampaikan kekecewaan atas dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jembatan di Sungai Duo tahun anggaran 2025 kepada awak media pada Selasa (24/2/2026).

Keluhan tersebut disampaikan oleh sejumlah perwakilan masyarakat yang menilai pelaksanaan proyek jembatan tidak berjalan sesuai ketentuan. Warga menduga adanya ketidakterbukaan informasi dari kepala desa terkait penggunaan anggaran proyek, sehingga memunculkan kecurigaan akan potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Menurut warga, meski proyek jembatan Sungai Duo memiliki nilai anggaran yang cukup besar, masyarakat justru diminta untuk bergotong royong mengangkut material pembangunan tanpa diberikan upah. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan prinsip penggunaan anggaran proyek yang seharusnya mencakup biaya tenaga kerja dan operasional kegiatan pembangunan.

Warga juga menilai lemahnya pengawasan dari pihak terkait menjadi salah satu penyebab munculnya persoalan tersebut. Minimnya kontrol terhadap pelaksanaan proyek di lapangan dinilai membuka peluang terjadinya penyimpangan, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, maupun pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Atas kondisi itu, masyarakat Desa Muara Pangi meminta pemerintah kecamatan hingga pemerintah kabupaten turun tangan untuk menindaklanjuti keluhan warga. Mereka berharap dilakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan proyek jembatan Sungai Duo serta klarifikasi terbuka dari pihak pemerintah desa terkait pengelolaan anggaran tahun 2025.

Selain itu, warga mendesak agar pemerintah daerah memastikan transparansi penggunaan anggaran desa, khususnya pada proyek-proyek infrastruktur yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Transparansi dinilai penting agar kepercayaan publik terhadap pemerintah desa dapat terjaga dan potensi konflik di tengah masyarakat dapat dihindari.

Warga menegaskan, jembatan Sungai Duo sangat dibutuhkan sebagai akses penghubung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Oleh karena itu, mereka berharap pembangunan dilakukan secara profesional, sesuai aturan, serta tidak membebani masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat dari proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa setempat belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dugaan penyimpangan anggaran proyek jembatan Sungai Duo tahun 2025. Awak media masih berupaya mengonfirmasi kepala desa serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi.

Penulis: Helmi
Wartawan: Detikperistiwa.co.id