Takengon – detikperistiwa.co.id
Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama prajurit Yonif TP 854/DK melaksanakan kegiatan rehabilitasi pascabencana tanah longsor dan banjir bandang di SMPN 26 Takengon, Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (25/2/2026) pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini difokuskan pada perbaikan sarana pendidikan yang terdampak banjir dan lumpur.
Kegiatan rehabilitasi menyasar fasilitas pendidikan berupa pengecatan enam unit gedung sekolah dengan total 10 ruangan. Rinciannya meliputi satu gedung dewan guru berisi tiga ruangan, satu gedung perpustakaan, satu gedung mess sekolah, satu gedung berisi tiga lokal belajar siswa, serta dua gedung rumah guru dengan total empat unit hunian. Upaya perbaikan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan aktivitas belajar-mengajar yang sempat terganggu akibat bencana.
Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari dua anggota Kodim 0106/Aceh Tengah, yakni Serma Eka Pralaga dan Koptu Amirul, serta 20 personel Yonif TP 854/DK di bawah pimpinan Serda Rudi Saputro. Sementara itu, unsur instansi terkait seperti Polri, ASN, relawan, dan LSM belum terlibat dalam kegiatan hari ini, dan partisipasi masyarakat setempat tercatat belum ada.
Di lapangan, personel Satgas Gulbencal melakukan pengecatan dinding sekolah dengan warna putih, pengecatan kusen pintu dan jendela menggunakan cat minyak warna hitam, serta pengecatan kombinasi pada tulang-tulang bangunan dan tiang gedung dengan warna merah. Selain itu, dilakukan pembersihan ulang material lumpur yang masih mengendap akibat genangan air saat hujan.
Hingga Rabu pagi, progres pengerjaan rehabilitasi bangunan sekolah dilaporkan telah mencapai 64 persen. Pekerjaan difokuskan pada ruang-ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, serta hunian guru agar dapat segera digunakan kembali secara layak dan aman.
Komandan lapangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari respon cepat Satgas Gulbencal untuk memulihkan fasilitas umum pascabencana, khususnya sarana pendidikan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Rehabilitasi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi cuaca dan tingkat kerusakan bangunan.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala teknis. Bagian bawah dinding gedung menguning akibat terendam banjir sehingga pengecatan harus dilakukan berlapis agar hasil lebih maksimal dan tahan lama. Kondisi ini menambah waktu pengerjaan di beberapa ruangan.
Kendala lain muncul saat hujan kembali turun, menyebabkan air berlumpur masuk ke ruangan sekolah dan memaksa personel melakukan pembersihan ulang. Meski demikian, Satgas Gulbencal memastikan kegiatan rehabilitasi tetap dilanjutkan hingga seluruh target fisik rampung dan sekolah dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Ke depan, pihak pelaksana berharap adanya dukungan lintas instansi dan partisipasi masyarakat untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana. Selain rehabilitasi fisik, koordinasi lanjutan juga diperlukan guna memastikan kesiapan sarana sekolah sebelum kegiatan pembelajaran kembali berjalan normal.(#)


