Bener Meriah – detikperistiwa.co.id
Mahasiswa STIK-PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak musibah banjir di Desa Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, dengan menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak.
Banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma bagi anak-anak. Kondisi ini menggugah hati para anggota Polri untuk turut membantu memulihkan kondisi psikologis mereka melalui pendekatan yang penuh kehangatan dan keceriaan.
Kapolres Bener Meriah, Aris Cai Dwi Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini dilaksanakan oleh mahasiswa STIK-PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang terdampak banjir agar kembali ceria dan perlahan melupakan rasa takut maupun trauma yang mereka alami,” ujar AKBP Aris Cai Dwi Susanto.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain bersama, bernyanyi, serta mengikuti berbagai kuis interaktif yang menghibur.
Suasana penuh tawa dan semangat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para mahasiswa juga membagikan berbagai hadiah menarik serta kue dan snack kepada anak-anak, sehingga menambah keceriaan mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Desa Setie dapat kembali beraktivitas dengan penuh semangat dan rasa percaya diri.
Kehadiran mahasiswa STIK-PTIK Lemdiklat Polri tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, perhatian, dan kasih sayang di tengah masa pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan dukungan moral dan psikologis bagi korban bencana alam.(#)


