Bireuen – detikperistiwa.co.id
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/Widya Parama Satwika, khususnya Sindikat XII, resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Dianmas) di Kabupaten Bireuen setelah melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan selama 19 hari.
Kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk pengecekan akhir personel sekaligus penguatan komitmen sebelum penutupan. Selanjutnya dilaksanakan paparan hasil kegiatan yang memuat seluruh rangkaian program yang telah dijalankan, mulai dari manajemen logistik, trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana, bantuan sosial, pemulihan fasilitas umum dan pendidikan, hingga dukungan sanitasi dan kebutuhan dasar masyarakat.
Selama 19 hari pelaksanaan di berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen, Sindikat XII hadir langsung di tengah masyarakat terdampak bencana. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis, penguatan koordinasi dengan aparatur setempat, serta pembangunan kembali semangat kebersamaan masyarakat.
Usai penutupan, rombongan melaksanakan pemberangkatan dari Bireuen menuju Banda Aceh. Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi internal untuk evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Dianmas, serta apel malam sebagai bentuk peneguhan disiplin dan tanggung jawab setelah menyelesaikan rangkaian pengabdian.
Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa kehadiran Mahasiswa STIK Angkatan ke-83, khususnya Sindikat XII, bukan sekadar bagian dari proses pendidikan, melainkan wujud nyata pengabdian kemanusiaan. Pengalaman 19 hari di Kabupaten Bireuen diharapkan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter perwira Polri yang profesional, humanis, dan mampu memenangkan hati serta membangun kepercayaan masyarakat.
Sumber:Kasie Humas Iptu Marzuki
(Erna)


