ACEH TENGAH – detikperistiwa.co.id
Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, yang dikerjakan oleh personel TNI di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yon Zipur 16/DA, pada Senin (2/3/2026), telah mencapai progres 35 persen. Jembatan darurat tersebut dibangun untuk memulihkan akses transportasi warga pada ruas jalan penghubung sejumlah desa di wilayah setempat.
Kegiatan pembangunan jembatan Bailey itu dilaksanakan oleh personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yon Zipur 16/DA di titik koordinat 4°37’17.6″N 96°43’14.6″E, tepatnya di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang. Jembatan ini menghubungkan ruas jalan Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah hingga Lukup Sabun Barat.
Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 dengan panjang bentang 20 meter atau 10 petak. Pembangunan dilakukan sebagai solusi sementara untuk memastikan konektivitas antardesa tetap berjalan, khususnya bagi aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas warga menuju pusat pelayanan publik di Kecamatan Kute Panang dan sekitarnya.
Komandan satuan setempat menjelaskan, pengerjaan jembatan difokuskan pada tahap perakitan rangka utama Bailey. Sebanyak 22 personel TNI dikerahkan dalam pekerjaan ini, terdiri dari 9 personel Kodim 0106/Aceh Tengah dan 13 personel Yon Zipur 16/DA. Hingga hari pelaksanaan, partisipasi masyarakat setempat belum tercatat terlibat langsung dalam proses teknis perakitan.
Menurut keterangan di lapangan, pembangunan jembatan Bailey ini ditargetkan rampung pada Maret 2026. Target waktu tersebut ditetapkan untuk mempercepat pemulihan akses transportasi yang sebelumnya terganggu, sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Lukup Sabun Barat dan desa-desa sekitarnya.
Progres fisik pekerjaan per Senin (2/3/2026) telah mencapai 35 persen. Capaian tersebut mencakup perakitan struktur utama jembatan Bailey serta penyiapan komponen pendukung yang diperlukan sebelum tahap pemasangan bentang jembatan secara penuh dilakukan.
Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan dan pejalan kaki yang melintasi jalur penghubung antarwilayah desa di Kecamatan Kute Panang. Keberadaan jembatan darurat tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aktivitas warga, termasuk akses pendidikan, layanan kesehatan, serta distribusi hasil pertanian masyarakat setempat.
Pihak pelaksana menyebutkan, percepatan penyelesaian jembatan Bailey akan terus diupayakan dengan memaksimalkan personel dan peralatan yang tersedia di lapangan. Apabila tidak terkendala faktor cuaca dan teknis, pengerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal sehingga jembatan dapat segera difungsikan untuk kepentingan umum.(#)


