Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah menuntut tanggung jawab besar, terutama dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak terjerumus dalam praktik penyalahgunaan dana serta senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

Menurutnya, kepala sekolah adalah pemimpin di garda terdepan yang menentukan arah kemajuan lembaga pendidikan. Kemampuan mengatur manajemen sekolah, membangun kerja sama dengan guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat menjadi tolok ukur keberhasilan.
Bupati juga mendorong lahirnya gagasan kreatif yang memanfaatkan potensi lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ia menilai sekolah dapat berperan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program produktif berbasis sumber daya alam. Selain itu, dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai penting untuk memastikan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.
Aspek pengamanan aset daerah turut menjadi sorotan. Bupati meminta seluruh kepala sekolah menjaga dan melaporkan kondisi rumah dinas maupun fasilitas pendidikan lainnya secara tertib, mengingat aset tersebut menjadi objek pemeriksaan rutin oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pendataan ulang lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan juga diminta segera dilakukan.
Tak hanya itu, ia mengingatkan agar pengelolaan dana zakat dilakukan secara transparan dan tidak disalahgunakan. Jika ditemukan pelanggaran, ia menegaskan agar proses hukum ditegakkan tanpa kompromi.
Menutup kegiatan, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik. Ia berharap momentum ini menjadi langkah awal peningkatan kualitas pendidikan di Lombok Timur, sehingga sekolah-sekolah di daerah tersebut semakin unggul dan dipercaya masyarakat.(win)