Jakarta – detikperistiwa.co.id
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional saat berlangsung Kirab Imlek Nusantara yang digelar dalam rangkaian Puncak Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu.
Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabag Binopsnal) Ditlantas Polda Metro Jaya, Robby Hefados, mengatakan penutupan jalan hanya dilakukan saat iring-iringan kirab melintas dan akan segera dinormalkan setelah rombongan lewat.
“Penutupan bersifat situasional. Jika rangkaian kirab sudah melintas, jalur akan kami normalkan kembali agar arus lalu lintas tidak terganggu,” ujarnya, Sabtu (28/2).
Berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram @imlekfestival, pengalihan arus lalu lintas dilakukan sebagai berikut arus dari Harmoni dan Pecenongan diputar balik setelah Stasiun Juanda dan arus dari Gunung Sahari dan Senen ditutup total sementara
Kirab dijadwalkan berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB dengan rute:
Jalan Katedral (Terowongan Silaturahmi) – Jalan Pos Indonesia – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – pintu masuk Lapangan Banteng.
Parade Imlek Nusantara akan dimeriahkan oleh Polisi Berkuda dan Polwan, mobil hias dan art troupe, Naga Liong dan Barongsai, drum band, Koko Cici Jakarta, Bedug Yuda Asri, atraksi wushu dan silat, Jaran Kepang, hingga ondel-ondel.
Untuk pengamanan lalu lintas, Ditlantas Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 150 personel, ditambah dukungan personel kewilayahan sekitar 600 orang. Sejumlah kantong parkir juga disiapkan di sekitar lokasi acara yang rencananya akan dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Festival bertajuk Imlek Festival 2577 – Harmoni Imlek Nusantara digelar pada 17 Februari–3 Maret 2026 di Lapangan Banteng dengan tema “Harmoni Nusantara”. Rangkaian acara meliputi Festival Lentera, pasar kuliner, seni dan kreatif, museum terbuka akulturasi budaya Tionghoa, cek kesehatan gratis, hingga ornamen film “Jumbo” dan “Pelangi di Mars”.
Puncak perayaan akan menampilkan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, penampilan seniman nasional, serta simbol harmoni dan persatuan bangsa.


