Denpasar | detikperistiwa.co.id
Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H, Polda Bali terus mengintensifkan kegiatan pengamanan melalui Operasi Cipta Kondisi (Ops Cipkon) Agung-2026. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari Harkamtibmas agar masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan rasa aman dan nyaman. Pada Selasa, (3/3/2026),
Salah satu tradisi perayaan hari raya Nyepi adalah parade ogoh-ogoh. Dimana ogoh-ogoh dibuat oleh masyarakat yang biasanya dikerjakan di balai banjar.
Personel Satgas Preventif Ops Cipkon Agung-2026 melaksanakan patroli ke Balai Banjar Tainsiat, Jalan Nangka Selatan, Denpasar, tempat para warga tengah sibuk mempersiapkan ogoh-ogoh kebanggaan mereka.
Dipimpin oleh AKBP I Gusti Agung Purnama Wirahadi, patroli tidak sekedar hadir sebagai pengawasan, tetapi juga membawa pesan kedekatan.
Setibanya di lokasi, petugas lalu lintas langsung melakukan pengaturan arus kendaraan dan penjagaan di sekitar pertigaan Banjar Tainsiat guna memastikan kelancaran lalu lintas.
Di dalam balai banjar, suasana penuh semangat tampak dari sekitar 70 warga yang terdiri atas anak-anak dan orang tua. Mereka berkumpul untuk mempersiapkan penyelenggaraan parade ogoh-ogoh.
Polisi pun menyempatkan diri berdialog dengan staf Kelian Dinas Banjar Tainsiat serta masyarakat, menyampaikan imbauan kamtibmas secara humanis.
AKBP I Gusti Agung Purnama Wirahadi mengatakan bahwa patroli ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran tradisi budaya yang menjadi identitas Bali.
“Kami hadir bukan hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Tradisi ogoh-ogoh adalah bagian dari budaya yang harus kita jaga bersama. Kami mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga ketertiban, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama mewujudkan Bali yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar proses pembuatan hingga pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan tertib, memperhatikan keselamatan peserta maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui patroli dialogis ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat. Semangat kebersamaan yang terbangun di Balai Banjar Tainsiat menjadi cermin bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama demi Bali yang damai dan harmonis.
Sby


