Bireuen – detikperistiwa.co.id
Tiga bulan setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen, proses pemulihan masih terus berlangsung. Di tengah upaya bangkit tersebut, Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas (RPRLB) menyalurkan wakaf Al-Qur’an kepada sekitar 100 santri Dayah Maui’dhatulhasanah, Gampong Ulee Ceu, Kecamatan Jangka, Rabu (4/3/2026).
Bagi para santri, bantuan ini bukan sekadar mushaf, melainkan simbol bahwa kepedulian masih hadir setelah masa darurat berlalu. Pendidikan keagamaan yang sempat terdampak kini kembali diperkuat sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang.
Ketua Umum RPRLB menegaskan bahwa fase rehabilitasi harus menyentuh dimensi spiritual masyarakat.
“Bencana boleh menguji fisik dan ekonomi, tetapi semangat menuntut ilmu tidak boleh padam. Kami percaya, menjaga akses pendidikan Al-Qur’an adalah bagian dari membangun ketahanan generasi,” ujarnya.
Pimpinan Dayah Maui’dhatulhasanah menyampaikan rasa syukur atas kepedulian tersebut. Dengan jumlah santri sekitar 100 orang, dukungan sarana pembelajaran sangat membantu menjaga keberlangsungan program tahfiz dan pembinaan akhlak.
Tokoh masyarakat setempat, Ismawar, S.Pd, turut menyampaikan apresiasi.
“Kami berterima kasih kepada Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas. Bantuan ini menguatkan harapan masyarakat bahwa proses bangkit tidak berjalan sendiri,” ungkapnya.
Sebagai organisasi kemanusiaan, Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas berkomitmen menghadirkan bantuan yang berkelanjutan—tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap penguatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Upaya pemulihan pendidikan di daerah terdampak bencana masih membutuhkan dukungan luas dari berbagai pihak. Kolaborasi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar generasi muda tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, RPRLB mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga cahaya ilmu tetap menyala, sekaligus memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi masa depan.
Detik Peristiwa


