Serap Aspirasi dan Sosialisasikan Program Kesehatan, Bupati Jember Temui Ratusan Kader Posyandu di Kecamatan Kalisat

Jember – detikperistiwa.co.id

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) menggelar kegiatan Safari Ramadan dan pertemuan kader Posyandu yang berlangsung di Balai Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhamad Fawait, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Muspika Kecamatan Kalisat, seluruh kepala desa se-Kecamatan Kalisat, serta ratusan kader Posyandu dari berbagai desa di wilayah tersebut.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Ratusan kader Posyandu hadir memenuhi balai desa untuk mengikuti sosialisasi program kesehatan sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi kepada pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhamad Fawait menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana pemerintah untuk menyampaikan berbagai program prioritas kepada masyarakat.

Menurutnya, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah menyosialisasikan program pemerintah daerah seperti Universal Health Coverage (UHC) serta program Peta Cinta dan sejumlah program pembangunan lainnya.

“Yang pertama adalah kita mensosialisasikan program pemerintah seperti UHC, Peta Cinta dan lain sebagainya. Yang kedua, kita juga ingin menjawab aspirasi masyarakat yang hari ini diwakili para kader Posyandu,” ujar Fawait.

Ia menjelaskan bahwa program Safari Ramadan ini memang dirancang sebagai upaya pemerintah untuk turun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi serta memastikan informasi program pemerintah dapat diterima secara merata.

Bupati juga menegaskan bahwa tidak semua masyarakat Jember memiliki akses yang sama terhadap informasi digital atau media sosial. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sosialisasi langsung di lapangan.

“Kita tahu masyarakat Jember ini ada yang di kota, ada yang di desa. Ada yang memakai media sosial, ada juga yang tidak. Ada yang bisa membaca berita, ada yang tidak. Maka kita perlu turun langsung ke bawah, memasang banner dan melakukan sosialisasi agar program pemerintah benar-benar diketahui masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fawait juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah membentuk Satgas Stunting, AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) sebagai langkah percepatan penanganan masalah kesehatan ibu dan anak.

Ia menilai keberadaan kader Posyandu sangat penting dalam membantu kerja satgas di lapangan, terutama dalam mendeteksi dini ibu hamil berisiko serta anak-anak yang terindikasi mengalami stunting.

“Nanti para kader ini akan membantu satgas untuk mengidentifikasi ibu hamil dan anak-anak yang terindikasi stunting. Selanjutnya akan dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis,” katanya.

Fawait menambahkan, penanganan stunting harus dilakukan secara tepat karena penyebabnya beragam. Ada yang disebabkan faktor bawaan sejak lahir, namun ada pula yang terjadi akibat kekurangan gizi.

“Kalau anak stunting nanti akan ditentukan penanganannya oleh dokter spesialis anak. Begitu juga dengan ibu hamil, jika menurut dokter kandungan memiliki risiko tinggi maka proses persalinannya akan dilakukan di rumah sakit,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap para kader Posyandu dapat terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam membantu pemerintah menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.

“Peran kader Posyandu sangat penting dalam membantu satgas untuk pengentasan AKI dan AKB,” pungkasnya.(SAR/JK)