Majalengka – detikperistiwa.co.id
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memulai program gentengisasi sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan produk UMKM dalam pembangunan perumahan rakyat. Program ini ditandai dengan pembelian genteng dari sentra UMKM Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
Sebagai langkah awal, sebanyak 14 truk genteng dilepas langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dari sentra produksi genteng Jatiwangi pada Rabu malam (11/3/2026). Total pemesanan genteng yang diumumkan dalam kegiatan tersebut mencapai 24 truk yang berasal dari berbagai program pemerintah dan pengembang perumahan dan juga dengan total komitmen transaksi sekitar Rp.3 miliar dari program Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan bahwa program gentengisasi merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Ini adalah karya kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan itu memberi manfaat bagi rakyat kecil dan UMKM kita,” ujar Menteri Maruarar.
Menteri PKP menekankan bahwa UMKM harus menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tidak hanya di Majalengka, ia juga mendorong semua UMKM penghasil genteng turut berkontribusi dalam program pemerintah.
“UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI,” tegasnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan bahwa pada tahap awal tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan program perbaikan rumah sebanyak 250 unit. “Untuk tahap pertama tahun ini ada 250 unit rumah yang akan diperbaiki. Dengan kebutuhan genteng sekitar Rp2 juta per rumah, maka potensi belanja genteng mencapai sekitar Rp500 juta,” ujar Herman.
Sementara itu, Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka juga mengalokasikan program perbaikan rumah tidak layak huni yang diperkirakan akan menyerap genteng dari pengusaha lokal.
“Tahun 2026 kami akan melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni 1715 unit dan diperkirakan belanja untuk kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp1,5 miliar,” kata Eman.
Selain itu, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat, direncanakan sebanyak 900 rumah di Kabupaten Majalengka akan diperbaiki dengan potensi kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp1 miliar. Dengan demikian, total komitmen pembelian genteng dari berbagai program tersebut mencapai sekitar Rp3 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM genteng di Jatiwangi.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari sektor swasta. Dua pengembang rumah subsidi, yakni Angga dan Wawan, yang kisahnya sempat viral setelah mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto turut melakukan pemesanan genteng dari UMKM Jatiwangi masing-masing sebanyak empat truk untuk kebutuhan proyek perumahan yang sedang mereka bangun di Bogor dan Serang.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri PKP juga menyampaikan komitmen pribadi untuk memesan tambahan 10 truk genteng yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah prajurit TNI sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada negara.
Dengan tambahan tersebut, total pemesanan genteng yang diumumkan dalam kegiatan ini mencapai 24 truk, dengan 14 truk telah dilepas pada malam hari untuk dikirim ke berbagai proyek pembangunan perumahan.
Salah satu pelaku usaha genteng di Jatiwangi, Riswan, mengungkapkan bahwa program pemerintah ini memberikan semangat baru bagi para pengrajin yang sempat menghadapi masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, dukungan pemerintah membuat industri genteng di Jatiwangi kembali menggeliat dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Ia


