KARANGASEM | detikperistiwa.co.id
Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, Polres Karangasem menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di kawasan Patung Salak Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem, pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi serentak yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di seluruh wilayah.
Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., memantau langsung jalannya kegiatan tersebut untuk memastikan pendistribusian bahan pokok berjalan lancar dan tepat sasaran. Bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Kahuripan Klungkung, pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan mendasar dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dalam tinjauannya, AKBP I Made Santika didampingi oleh sejumlah pejabat daerah dan perwakilan Forkopimda Karangasem. Hadir di lokasi antaranya Kasdim 1623 Karangasem Kapten I Gusti Made Darsana yang mewakili Dandim, Staf Ahli Bupati I Nyoman Sutirta Yasa, S.T., M.T., serta Kasi Intel Kejari Karangasem Perdi Arya, S.H., M.H., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Karangasem.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari saat menyerbu berbagai komoditas. Beras SPHP ukuran 5kg dijual seharga Rp55.000, sementara Gas LPG 3 Kg dibanderol Rp18.000 per tabung. Komoditas dapur seperti cabai rawit merah dijual mulai harga Rp75.000 hingga Rp85.000 per kilogram, bawang merah seharga Rp38.000, dan bawang putih Rp28.000 per kilogram.
Tak hanya bahan pokok utama, Gerakan Pangan Murah ini juga menyediakan berbagai pilihan minyak goreng seperti Minyakita seharga Rp15.500 per liter hingga kemasan 2 liter merek Sania dan Filma. Kebutuhan lain seperti telur ayam ras sedang seharga Rp53.000 per trai, aneka sayuran segar (tomat, wortel, buncis), hingga bumbu dapur seperti jahe, kencur, dan kunyit turut tersedia untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga.
Tidak hanya produk pabrikan, kegiatan ini juga merangkul potensi lokal dengan menyediakan aneka keripik khas Karangasem seharga Rp10.000 per bungkus serta berbagai kebutuhan sanitasi seperti sabun cuci piring dan detergen dengan harga promosi.
Kapolres Karangasem menyatakan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan. Sinergi antara Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Bulog diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Karangasem.
Sby


