Jembrana | detikperistiwa.co.id
Mereka biasa diterjunkan saat situasi genting dan ancaman tinggi. Namun kali ini, pasukan yang dikenal tangguh itu justru berdiri di tengah deru mesin kendaraan, mengatur antrean panjang pemudik di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk. Di balik seragam hitamnya, personel Brimob Polda Bali hadir bukan untuk menghadapi ancaman, melainkan membantu masyarakat yang ingin segera pulang ke kampung halaman.
Memasuki puncak arus mudik hari ketiga, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih terpantau panjang pada Senin (16/3/2026). Kepadatan tersebut dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang, sementara jumlah dermaga dan kapal yang beroperasi tidak mengalami penambahan.
Situasi ini membuat jalur menuju pelabuhan dipadati kendaraan dari berbagai daerah. Untuk mengurai kepadatan tersebut, Polda Bali melakukan berbagai langkah, salah satunya adalah melaksanakan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Selain menurunkan personel dari satuan lalu lintas, Polda Bali juga mengerahkan pasukan Brimob untuk membantu melakukan pengaturan arus kendaraan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran arus mudik sekaligus memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan tertib.
Dengan pendekatan humanis, para personel Brimob tak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada para pemudik agar tetap tertib mengikuti antrean. Mereka bekerja siang dan malam secara bergiliran, memastikan arus kendaraan tetap bergerak meski dalam kondisi kepadatan tinggi.
Berdiri di bawah terik matahari, ditemani debu dan polusi kendaraan yang tak henti melintas, menjadi tantangan tersendiri bagi para personel di lapangan. Meski demikian, mereka tetap menjalankan tugas tanpa mengeluh, demi membantu para pemudik yang ingin segera berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. mengatakan bahwa seluruh personel Polda Bali yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung-2026 terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa arus mudik berlangsung.
“Kami terus mengoptimalkan personel di lapangan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kehadiran Brimob di jalur antrean ini merupakan bentuk dukungan penuh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar arus mudik tetap berjalan tertib dan aman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat operasi agar tetap menjaga kondisi kesehatan di tengah intensitas tugas yang tinggi.
“Seluruh personel yang terlibat Operasi Ketupat Agung-2026 kami harapkan tetap menjaga kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal hingga operasi ini berakhir,” tambahnya.
Sby


