Bireuen – detikperistiwa.co.id
Bantuan daging sapi dari Presiden untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen terancam tidak dapat dibagikan tepat pada momentum mak meugang.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T saat jumpa pers di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu malam (18/3/2026), usai kegiatan berbuka puasa bersama insan pers.
Dalam keterangannya, Bupati Mukhlis mengungkapkan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh proses administrasi dan teknis yang masih berlangsung, sehingga penyaluran bantuan belum dapat dilakukan sesuai rencana awal.
“Kemungkinan daging baru bisa kita bagikan di hari raya nanti,” ujar Mukhlis.
Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah daerah berencana menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai agar lebih cepat diterima masyarakat. Namun, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena proses pencairan dana memerlukan waktu.
“Tadinya kami ingin membagikan uang saja, tetapi proses penarikan tidak bisa dilakukan secepatnya. Selain itu, arahan dari Presiden menginginkan bantuan diberikan dalam bentuk daging,” jelasnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen tengah mengupayakan pengadaan sebanyak 90 ekor sapi untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.
Bantuan tersebut direncanakan akan didistribusikan kepada sejumlah desa terdampak di Kabupaten Bireuen.
Kendati berpotensi terlambat dari momentum mak meugang, pemerintah daerah memastikan bantuan tetap akan disalurkan dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat saat hari raya Idulfitri
(Erna)


