Sulawesi Utara – detikperistiwa.co.id
Kamis 19 Maret 2026 Penyaluran minyak kelapa bersubsidi (Minyak KITA) oleh Bulog Wilayah Sulut-Go yang di salurkan ke warung atau kios sesuai daftar yang di keluarkan oleh pihak Bulog kini menjadi sorotan karena hal tersebut banyak kejanggalan terjadi di lapangan,
Dimana penyaluran tersebut tidak sepenuhnya di salurkan ke pihak-pihak yang telah di tentukan melalui data dari Bulog tetapi di salurkan ke pihak pedagang atau warung di luar daftar dari Bulog itu sendiri.
Hal ini disampaikan oleh salah satu pedagang/agen yang kecewa dan komplain kepada pihak bulog yang menyalurkan Minyak KITA di lapangan,
Hal tersebut disampaikannya kepada beberapa awak media karna kekecewaannya terhadap penanggung jawab dari pihak Bulog Wilayah Sulut-Go atas nama Fadila yang selalu menekankan pada pekerja dari ekspedisi dengan bahasanya saat dia menghubungi pekerja melalui via tlpn,
Dimana tujuannya menyampaikan bahwa beberapa warung atau kios yang akan di salurkan minyak kita tersebut sedang tutup, namun apa jawaban dari ibu Fadila kepada pihak pekerja bahwa dia tidak mau tahu pokoknya barang tersebut harus habis terjual katanya kepada para pekerja Ekspedisi tersebut,
merasa bingung entah mau disalurkan kemana sehingga para pekerja ini menjual ke pedagang lain atau pengecer di luar dari daftar yang telah di tentukan pihak Bulog dengan harga yang lebih tinggi sesuai arahan dan petunjuk dari para pengawas lapangan atas nama Kevin Toar dan Thalia penyaluran minyak KITA pihak Bulog agar barang yang telah keluar dari Bulog tersebut bisa habis.
Namun mirisnya penanggung jawab maupun pengawas lapangan seakan cuci tangan dalam hal ini dan menyalahkan para pekerja dari ekspedisi karna barang tersebut tidak tepat sasaran, sementara pekerja lapangan di tekan seakan barang yang telah keluar tidak bisa dibawa pulang kembali,
karena merasa komplain tidak di dengarkan pihak ekspedisi Bulog pedagang/ Agen kecewa kepada pihak Bulog Wilayah Sulut-Go sehingga hal ini di uraikannya ke awak media.
Salah satu Sumber juga menyampaikan pengawas lapangan tidak selalu ikut bersama mereka terkadang mereka hanya mengkroscek melalui via telpon saja agar segala sesuatu dapat di foto oleh pekerja sebagai bukti laporan dan pertanggung jawaban mereka ke Bulog Wilayah Sulut-Go, mirisnya lagi dalam bekerja mereka menyampaikan selalu menghubungi kami, padahal sekalipun dari pihak pengawas lapangan atas nama Talia dan Kevin Toar tidak pernah menghubungi kami, malah kami sendiri yang selalu menghubungi mereka dan tidak di respon sama sekali,
Kami sebagai pekerja merasa sangat kecewa karena kami yang di salahkan, dan mereka penanggung jawab dan pengawas lapangan dari Bulog wilayah Sulut-go mencoba cuci tangan, seakan akan mereka tidak bersalah sama sekali, ingat kami pekerja di lapangan dan kami tahu kelakuan dan kecurangan kalian selama ini urainya kepada awak media.
Ada apa dengan pihak Bulog Wilayah Sulut-Go..? dilihat dari hal ini penanggung jawab dan pihak pengawas lapangan ada kerja sama, dimana mereka mencoba menggunakan jasa pekerja melalui expedisi untuk menutupi kesalahan mereka di lapangan, dalam hal ini dari pihak expedisi telah mengskors kami sebagai pekerja karna menurut pimpinan kami telah bersalah, sebab tidak ada perintah dari pihak expedisi kepada pekerja lapangan untuk menjual barang atau minyak bersubsidi tersebut kata sumber mengutip kata-kata dari bapak (R) sang expedisi kepadanya melalui f
Via tlpn tersebut.
Sehingga dalam hal ini dilihat dari apa yang telah disampaikan pihak sumber sumber kami dan berdasarkan bukti-bukti penyaluran yang tidak sesuai tersebut dimana dalam hal ini penanggung jawab serta pengawas penyaluran Minyak KITA dari Bulog Wilayah Sulut-Go tersebut seakan cuci tangan serta menyalahi aturan dari Bulog, beberapa poin dalam hal ini penyaluran yang telah di tentukan oleh Bulog Wilayah Sulut-Go melalui daftar penyaluran ke pihak-pihak pengecer dengan harga standar yang telah di tetapkan, namun dilapangan berbeda yang seharusnya barang keluar apabila kios atau warung yang telah di tetapkan sesuai daftar dari Bulog itu tutup kami harus mengembalikan barang tersebut ke pihak Bulog,
Namun dari pihak penanggung jawab tidak mau tau yang dia tahu barangnya harus habis, sehingga disalurkanlah ke warung atau kios yang tidak ada dalam daftar Bulog dan di jual dengan harga yang lebih mahal, dan kami menyetor ke mereka sesuai harga Bulog dan keuntungannya mereka bagi bagi kan tanpa di ketahui oleh pihak kantor Wilayah Bulog dan pihak Ekspedisi.
Apa yang telah di sampaikan dari sumber media ini akan terus memantau penyaluran minyak kelapa bersubsidi (Minyak KITA) dan akan melakukan investigasi ke pihak Bulog Wilayah Sulut-Go terkait hal tersebut.
(Tim)


