Penasihat Relawan Tegas: Jangan Jadikan Pengungsi sebagai Alat Serangan Politik terhadap Pemerintah Bireuen

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Penasihat Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Musri Ahmad yang dikenal dengan sapaan Mus Lancok, melontarkan peringatan keras agar persoalan pengungsi di Kabupaten Bireuen tidak diseret ke dalam kepentingan politik praktis.

Pernyataan tersebut muncul di tengah berkembangnya berbagai narasi di ruang publik yang dinilai mulai mengarah pada upaya memanfaatkan kondisi pengungsi sebagai alat tekanan terhadap Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Musri menegaskan bahwa situasi pengungsi merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak boleh dikaburkan oleh kepentingan politik sesaat. Ia menyatakan bahwa pengungsi adalah manusia yang harus dilindungi, bukan dijadikan alat untuk menyerang pihak tertentu. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas sosial.

Ia mengingatkan, apabila isu pengungsi terus dipolitisasi, maka berpotensi menimbulkan konflik sosial baru serta memperburuk kondisi psikologis para pengungsi yang sudah berada dalam situasi rentan.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif dan tidak memanfaatkan penderitaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh digunakan untuk menunggangi kepentingan tertentu di atas penderitaan rakyat.

Musri juga mengajak seluruh elemen, baik tokoh politik, aktivis, maupun masyarakat sipil, untuk menahan diri dan mengedepankan solusi nyata dibanding memperkeruh keadaan.

Di sisi lain, ia menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berupaya melakukan penanganan terhadap para pengungsi, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan di lapangan.

Ia menambahkan bahwa yang dibutuhkan para pengungsi saat ini adalah kepastian, perlindungan, dan bantuan nyata, bukan konflik narasi yang justru memperlambat penyelesaian masalah.

Menutup pernyataannya, Musri Ahmad menegaskan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memperparah penderitaan yang ada. Ia mengingatkan agar penderitaan rakyat tidak dijadikan panggung kepentingan, karena hal tersebut dapat merusak kepercayaan publik sekaligus mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Detik Peristiwa

Hayo mau copy paste ya?