Sabu 2 Kg Berulang Kali Lolos, Pengawasan Bandara Silangit Disorot

Silangit – detikperistiwa.co.id

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram yang berhasil digagalkan di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Kamis (19/3/2026), memicu sorotan tajam terhadap sistem pengawasan di bandara tersebut.

Kasus ini terungkap setelah Polres Tapanuli Utara mengamankan seorang kurir berinisial AAA (21) saat hendak melakukan pengiriman melalui jalur udara.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah empat kali berhasil mengirimkan narkotika jenis sabu melalui Bandara Silangit, dengan total berat mencapai lebih dari 6 kilogram. Selain itu, satu kali pengiriman juga disebut dilakukan melalui Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas sistem keamanan di bandara.
Pertanyakan Sistem Pengawasan
Berulangnya keberhasilan pelaku meloloskan barang terlarang dalam jumlah besar menimbulkan dugaan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan.

Sejumlah pertanyaan pun mencuat, di antaranya terkait optimalisasi alat pemindai (X-ray), ketelitian pemeriksaan terhadap penumpang, serta konsistensi penerapan standar operasional prosedur (SOP).

Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu W. Baringbing, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik pelaku saat proses check-in.

Namun demikian, keberhasilan pengungkapan ini justru mengindikasikan bahwa upaya serupa sebelumnya diduga tidak terdeteksi oleh sistem yang ada.

Kejadian ini turut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar Bandara Silangit.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekhawatirannya atas lemahnya pengawasan.

“Kalau memang sudah beberapa kali lolos, ini sangat berbahaya. Jangan sampai bandara kita dijadikan jalur aman peredaran narkoba,” ujarnya.

Warga lainnya juga mempertanyakan efektivitas sistem pemeriksaan yang selama ini diterapkan.

“Kami pikir pengawasan di bandara itu ketat. Tapi kalau bisa lolos berkali-kali, berarti memang ada yang harus dievaluasi secara serius,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bandara Silangit, Herdanu, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilakukan awak media. Pihak Humas bandara juga belum merespons.

Kondisi ini semakin menambah tanda tanya publik terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sistem keamanan di bandara tersebut.

Sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara di kawasan Tapanuli, Bandara Silangit diharapkan memiliki sistem keamanan berlapis yang mampu mencegah masuk dan keluarnya barang ilegal.

Peristiwa ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh, baik dari aspek teknologi, sumber daya manusia, maupun penerapan SOP.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak pengelola bandara serta langkah konkret untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

(detikperistiwa.co.id / L.T)

Hayo mau copy paste ya?