Detikperistiwa.co.id
Gresik – Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Sugianto, warga Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, menuai perhatian. Korban mengalami luka cukup serius, namun penanganan dinilai belum maksimal oleh pihak keluarga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026. Sugianto diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang, yang beberapa di antaranya diketahui oleh korban.
Akibat kejadian itu, Sugianto mengalami patah hidung, benjolan di kepala, luka pada kaki, serta lebam di sejumlah bagian tubuh. Ia sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak Minggu, 22 Maret 2026.

Tak lama setelah kejadian, pihak keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Driyorejo. Bahkan, visum terhadap korban telah dilakukan pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dikutip Dari informasi media online, pihak keluarga korban mengaku kecewa terhadap proses penanganan. Pada Senin (23/3/2026), anak korban kembali dipanggil oleh pihak kepolisian. Sayangnya, menurut keterangan keluarga, pemanggilan tersebut tidak disertai pemeriksaan, melainkan hanya diberikan imbauan untuk bersabar.
“Dipanggil tapi tidak dimintai keterangan, hanya dinasehati untuk sabar,” ungkap pihak keluarga.
Sementara itu, Kompol Musihram Kapolsek Driyorejo saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap korban sempat tertunda karena kondisi kesehatan korban yang belum memungkinkan.
“Korban saat akan diperiksa mengeluhkan sakit, kemudian dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit di Krian, sehingga belum bisa dimintai keterangan. Kami menunggu korban sembuh,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian telah memanggil saksi-saksi serta menerima hasil visum terbaru.
Di sisi lain, Aiptu Beny Ps.panit Reskrim Polsek Driyorejo menegaskan bahwa laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut telah resmi diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Laporan polisi sudah dibuat, saksi-saksi sudah dimintai keterangan, dan pelaku juga sudah kami data. Saat ini masih dalam proses lidik,” ujarnya.
Meski demikian, keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat bergerak lebih cepat dan profesional dalam mengusut kasus tersebut, mengingat kondisi korban yang mengalami luka serius akibat dugaan pengeroyokan tersebut. By


