Ciputat – detikperistiwa.co.id
Kemacetan parah terjadi di sepanjang Jalan Raya Bukit Indah, Kampung Buaran, Serua Indah hingga kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu, 1 April 2026. Kemacetan yang mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut dipicu oleh sebuah truk pengangkut pasir yang mogok di tengah jalan akibat diduga membawa muatan melebihi kapasitas.
Berdasarkan pantauan warga di lokasi, truk tersebut berhenti tepat di badan jalan sehingga menghambat arus kendaraan yang melintas. Akibatnya, kendaraan dari dua arah tidak dapat bergerak dengan normal dan menyebabkan antrean panjang kendaraan. Kemacetan yang terjadi diperkirakan mencapai sekitar tiga kilometer.
Seorang warga yang berada di lokasi dan turut membantu mengatur arus kendaraan mengatakan bahwa truk pengangkut pasir tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan karena mengalami kerusakan setelah membawa muatan yang terlalu berat.
“Mobil pasirnya mogok karena kelebihan muatan. Dari siang tadi berhenti di tengah jalan, jadi kendaraan lain tidak bisa lewat dengan lancar,” ujar warga tersebut saat membantu mengatur arus lalu lintas.
Kemacetan panjang terlihat dari kawasan Jalan Raya Bukit Indah hingga mencapai sekitar kawasan Sate Tegal Ciputat. Antrean kendaraan didominasi oleh mobil pribadi, kendaraan angkutan barang, serta sepeda motor yang terpaksa bergerak sangat lambat bahkan sempat berhenti total.
Banyak pengendara yang terjebak kemacetan selama cukup lama. Beberapa di antaranya terlihat mematikan mesin kendaraan karena arus lalu lintas sama sekali tidak bergerak dalam beberapa waktu. Sebagian pengendara lain mencoba mencari jalan alternatif melalui jalan-jalan kecil di sekitar permukiman warga, namun kepadatan kendaraan yang tinggi membuat jalur alternatif juga ikut padat.
Situasi tersebut membuat sejumlah warga sekitar turun langsung membantu mengatur arus kendaraan secara manual agar kemacetan tidak semakin panjang. Meski demikian, kepadatan lalu lintas tetap sulit dihindari karena posisi truk mogok yang berada di badan jalan utama.
Peristiwa ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan Ciputat. Sejumlah pekerja, pelajar, serta pengemudi ojek online mengaku mengalami keterlambatan akibat terjebak kemacetan panjang tersebut.
Kejadian ini kembali menjadi perhatian masyarakat terkait pentingnya pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di jalan umum, khususnya kendaraan pengangkut material seperti pasir dan batu. Muatan yang melebihi kapasitas tidak hanya membahayakan kendaraan itu sendiri, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap kelancaran lalu lintas.
Warga berharap pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hingga saat ini, proses penanganan terhadap truk yang mogok tersebut terus dilakukan agar arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Bukit Indah, Kampung Buaran, Serua Indah, hingga Ciputat dapat kembali normal.(Nursalim Turatea).


