Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Warga dari empat kampung di Kabupaten Aceh Tengah terpaksa turun tangan memperbaiki ruas jalan rusak parah yang selama ini menjadi akses utama masyarakat, setelah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan, Minggu, 4 April 2026.
Ruas jalan yang diperbaiki secara swadaya tersebut berada di jalur Simpang Lukup Panteraya Dalam, Kecamatan Weh Pesam menuju Lukup Sabun Barat. Jalan ini merupakan akses vital bagi aktivitas warga, terutama untuk mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok.
Aksi gotong royong itu melibatkan warga dari Kampung Lukup Sabun, Lukup Sabun Tengah, Lukup Sabun Barat, dan Lukup Sabun Timur, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Mereka bahu-membahu menimbun jalan berlubang menggunakan pasir, batu, dan semen hasil swadaya.
Salah seorang warga, Irfan yang akrab disapa Pak Wen, mengatakan kondisi jalan tersebut telah lama rusak tanpa adanya perbaikan dari pemerintah. Karena itu, masyarakat berinisiatif melakukan perbaikan sendiri agar jalan tetap bisa dilalui.
“Jalan ini sudah cukup lama tidak pernah diperbaiki. Jadi kami dari empat kampung sepakat gotong royong, bahkan patungan untuk beli material seperti pasir, batu, dan semen,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum terjadinya bencana sekalipun, kondisi jalan tersebut memang sudah memprihatinkan. Warga, khususnya dari Kecamatan Kute Panang, sangat bergantung pada jalur tersebut untuk berbelanja ke kawasan Simpang Balik–Panteraya yang dinilai lebih dekat.
Kerusakan jalan yang cukup parah juga dinilai membahayakan pengguna. Lubang-lubang besar di sepanjang badan jalan kerap menyebabkan pengendara kesulitan melintas, bahkan telah memicu sejumlah kecelakaan.
“Sudah banyak yang jatuh. Tahun lalu bahkan mobil pengangkut cabai sempat terbalik di tikungan,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar akses tersebut kembali aman dan layak digunakan, mengingat peran jalan itu sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Dalam kegiatan gotong royong tersebut, Babinsa dan Danpos Kute Panang turut hadir membantu warga, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah binaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terkait kondisi jalan tersebut maupun rencana penanganannya.(#)


